Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Menghindari 'Dividen Trap' untuk Investor Pemula

Kompas.com - 21/02/2024, 23:59 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

Sumber Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Dividen adalah salah satu daya tarik orang berinvestasi di saham selain dari kenaikan harga saham itu sendiri.

Dikutip dari Investopedia, dividen adalah pembagian keuntungan atau laba perusahaan kepada pemegang saham yang besarannya ditentukan oleh dewan direksi perusahaan.

Bagi Anda investor pemula yang ingin mendapatkan dividen dari investasi saham, perlu berhati-hati dengan dividen trap atau jebakan dividen

Baca juga: Operasional Pipa Minyak Rokan Dorong Kinerja Positif Pertagas Sepanjang 2023

Dividen trap adalah potensi penurunan harga saham usai hari cum date atau hari terakhir pembelian saham untuk mendapatkan dividen.

Hal ini tentu harus diwaspadai investor karena bisa membuat investor terperangkap dan tak bisa menjual sahamnya kembali.

Tipe menghindari 'dividen trap'

Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan, ada dua tujuan berinvestasi, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Jangka pendek bisa dikatakan sebagai trader harian yang tujuannya hanya capital gain, dan untuk jangka panjang tentu ada tambahan keuntungan, berupa dividen.

Baca juga: BI Siapkan Uang Tunai Rp 197,6 Triliun untuk Kebutuhan Lebaran 2024

Dividen trap bisa dibilang, perusahaan yang membagikan dividen, tapi makin bukannya harga sahamnya semakin naik, tapi sebaliknya harganya terus mengalami penurunan,” kata Ike dikutip dari Kompas.com.

“Saat pengumuman dividen kita beli, karena FOMO, begitu ex-date, malah sahamnya ARB. Kita bisa beli, tapi pas mau jual susah, itu namanya dividen trap. Jadi harus hati-hati,” jelas dia.

Ike mengatakan, saham-saham perbankan memiliki potensi risiko ‘dividen trap’ yang jauh lebih kecil. Hal ini karena saham-saham tersebut lebih aman mengingat fundamental perusahaan yang baik, likuiditas, dan konsistensi dalam membagikan dividen.

“Misalnya BBCA, yang memiliki risiko terendah dalam hal potensi dividen trap,” jelasnya.

Baca juga: Ada di Senayan, Indonesia Kini Punya SPBU Hidrogen

“Apakah sahm BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI misalnya, pasca ex-date harga sahamnya bsia anjlok setelah bagi dividen? kalau penurunan wajar iya, tapi kalau anjlok mungkin tidak,” tambah Ike.

Ike menjelaskan saham-saham perbankan blue chip tersebut, memiliki net income yang baik, sehingga harga sahamnya sulit untuk turun.

“Sangat kecil kemungkinan saham (perbankan blue chip) itu terjadi dividen trap, industri perbankan masih bagus kondisi fundamentalnya,” tegas dia.

Baca juga: Kota Ternate Dapat Kuota Haji Tambahan, Ini Informasinya

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan untuk mencari peluang cuan dari dividen, yang perlu dilakukan investor adalah tidak FOMO dan wajib mengecek kondisi fundamental keuangan perusahaan serta lukuiditasnya.

Selain itu, investor juga perlu mencermati konsistensi perusahaan dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham. Investor juga harus siap dengan risiko dari keputusan investasi. 

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kiki Safitri | Editor: Aprillia Ika)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Kompas.com
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Satgas Pasti Temukan 100 Penipuan Bermodus Duplikasi Lembaga Keuangan

Satgas Pasti Temukan 100 Penipuan Bermodus Duplikasi Lembaga Keuangan

Whats New
Erick Thohir Minta BUMN Optimalisasi Pembelian Dollar AS, Ini Kata Menko Airlangga

Erick Thohir Minta BUMN Optimalisasi Pembelian Dollar AS, Ini Kata Menko Airlangga

Whats New
Pelemahan Rupiah Bakal Berdampak pada Harga Barang Impor sampai Beras

Pelemahan Rupiah Bakal Berdampak pada Harga Barang Impor sampai Beras

Whats New
Apa Mata Uang Brunei Darussalam dan Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Apa Mata Uang Brunei Darussalam dan Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Whats New
Posko Ditutup, Kemenaker Catat 965 Perusahaan Tunggak Bayar THR 2024

Posko Ditutup, Kemenaker Catat 965 Perusahaan Tunggak Bayar THR 2024

Whats New
Antisipasi El Nino, Kementan Dorong 4 Kabupaten Ini Percepatan Tanam Padi

Antisipasi El Nino, Kementan Dorong 4 Kabupaten Ini Percepatan Tanam Padi

Whats New
Laba RMKE Cetak Laba Bersih Rp 302,8 Miliar pada 2023

Laba RMKE Cetak Laba Bersih Rp 302,8 Miliar pada 2023

Whats New
Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com