Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Angin Sejuk" Industri Sarung Tangan

Kompas.com - 26/05/2024, 16:38 WIB
Yoga Sukmana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri sarung tangan mendapatkan "angin sejuk" atau kesempatan untuk menggenjot produksinya demi memenuhi tingginya permintaan global. Hal itu lantaran adanya permintaan pasar global yang beralih dari China.

Peralihan ini tak lepas karena adanya pengenaan tarif sebesar 7-25 persen oleh Amerika Serikat atas barang impor dari China, termasuk produk sarung tangan. Hal itu berdampak pada Malaysia yang merupakan produsen sarung tangan global.

Mark Dynamics Indonesia sebagai perusahaan cetakan sarung tangan Indonesia, melihat peralihan permintaan pasar global tersebut sebagai peluang.

Baca juga: Bos BPJS Kesehatan Jelaskan Penyebab Ikang Fawzi Antre Layanan hingga 6 Jam

“Permintaan yang tinggi dari produsen sarung tangan dunia khususnya Malaysia telah menyebabkan jadwal produksi cetakan sarung tangan dari perusahaan MARK penuh hingga kuartal ketiga tahun 2024.” ujar Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Ridwan Goh dalam siaran pers, Minggu (26/5/2024).

Saat ini, sebagian besar penjualan cetakan sarung tangan Mark Dynamics ditujukan ke pasar Malaysia, yang mengalami lonjakan produksi akibat kebijakan tarif tersebut.

Akibatnya, utilitas kedua pabrik Mark Dynamics mencapai kapasitas maksimal. Hal itu berdampak pada pendapatan MARK yang naik 63 persen secara tahunan, dari Rp 130 miliar jadi Rp 212 miliar pada kuartal I-2024. 

Baca juga: Bos Freeport Indonesia Cek Kesiapan Smelter Gresik Jelang Beroperasi

Sementara itu, laba bersih MARK pada kuartal I-2024 yang tumbuh 132 persen secara tahunan dari Rp 31 miliar menjadi Rp 72 miliar.

Peningkatan permintaan cetakan sarung tangan menjadi idikator atas akan naiknya produksi sarung tangan dunia untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat baik untuk kebutuhan medis, industri, maupun penggunaan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang telah diseleggarakan 15 Mei 2024 lalu, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) akan menebar dividen sebesar Rp 133
Milliar. Alokasi dividen ini setara 85 persen dari laba tahun 2023 senilai Rp 156 milliar.

Pemegang saham akan menerima dividen per share Rp 30 dan Rp 5 interim sehingga total yang diterima Rp 35 per lembar saham.

Berikut jadwal pembayaran dividen MARK berdasarkan keterbukaan Informasi di PT Bursa Efek
Indonesia:

  • Cum Dividen di pasar regular dan pasar negosiasi : 27 Mei 2024
  • Ex Dividen di pasar regular dan pasar negosiasi : 28 Mei 2024
  • Cum Dividen di pasar tunai : 29 Mei 2024
  • Ex dividen di pasar tunai : 30 Mei 2024
  • Recording date : 29 Mei 2024
  • Pembayaran dividen : 14 Juni 2024

Baca juga: Harga Emas Terbaru Minggu 26 Mei 2024 di Pegadaian

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com