Peritel Disarankan Mulai promosi 2 Pekan Sebelum Ramadhan

Kompas.com - 23/04/2019, 19:16 WIB
 Managing Director SEA-Pacific Criteo Alban Villani dan Senior Account Strategist Criteo Asia Tenggara Mc Carl Leonardo saat memaparkan temuan soal fenomena aktivitas konsumen jelang Ramadan di Jakarta, Selasa (23/4/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Managing Director SEA-Pacific Criteo Alban Villani dan Senior Account Strategist Criteo Asia Tenggara Mc Carl Leonardo saat memaparkan temuan soal fenomena aktivitas konsumen jelang Ramadan di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang bulan puasa, konsumsi masyarakat terhadap produk ritel mengalami peningkatan dan berlangsung sepanjang Ramadan.

Hasil penelitian Criteo, platform periklanan untuk internet terbuka, menunjukkan bahwa trafik pencarian dan pembelian barang di ritel online mulai naik dua minggu sebelum Ramadan tiba.

Senior Account Strategist Criteo Asia Tenggara Mc Carl Leonardo mengatakan, penelitian tersebut membantu pelaku ritel dalam upaya kampanye di saat yang tepat dengan pola perilaku konsumen.

"Kita anjurkan pemain ritel online ritel untuk mulai digital kampanye dua minggu sebelum dan terus gencar sampai maksimal minggu ketiga," ujar Leonardo di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Dari penelitian Criteo, puncak kenaikan aktivitas konsumen terhadap ritel online terjadi pada minggu ketiga, di mana kenaikannya bisa mencapai dua kali lipat daripada hari biasa. Kemudian, aktivitas konsumen mulai menurun di minggu terakhir Ramadan.

Leonardo mengatakan, hal ini kemungkinan disebabkan masyarakat lebih fokus pada perayaan Hari Raya Idul Fitri dan mulai berkumpul bersama keluarga besar.

Tren tersebut ditunjukkan pada fenomena jelang Ramadan 2018. Penjualan ritel online melonjak 10 hari menjelang Ramadan dan bertahan hingga dua minggu sebelum Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 15 Juni 2018.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, peningkatan penjualan ritel online pada 5 Juni meningkat 105 persen. Beberapa negara mayoritas penduduk Islam lainnya, seperti Malaysia, Turki, dan Timur Tengah juga menunjukkan tren serupa.

"Maka kita yakin tahun ini akan mengikuti tren yang sama," kata Leonardo.

Sementara itu, Managing Director SEA-Pacific Criteo Alban Villani mengatakan, Ramadan merepresentasikan pergeseran budaya yang mencolok dalam perilaku konsumen.

Berdasarkan laporan State of the Islamic Economy 2018/2019, disebutkan bahwa ekonomi Islam secara global terus bertumbuh dari tahun ke tahun dan diprediksi mencapai 3 triliun dollar AS pada 2023 .

Oleh karena itu, para pelaku ritel harus mrmanfaatkan momentum Ramadan untuk menarik pembeli muslim.

"Sebagian pembeli mungkin berbelanja setelah Ramadan tiba. Peritel harus terus menarik pembeli dengan penawaran spesial dan konten yang dipersonalkan selama Ramadan," kata Vilani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X