Sri Mulyani Akan Hemat Kertas SK Kenaikan Pangkat hingga Pensiun PNS

Kompas.com - 19/08/2019, 12:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan DPR Jakarta, Selasa (16/7/2019) MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan DPR Jakarta, Selasa (16/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat adanya celah penghematan anggaran birokrasi seiring dengan perkembangan pesat teknologi di era digital.

Penghematan itu salah satunya berasal dari penghematan pengunaan kertas untuk berbagai keperluan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam manajemen ASN yang berbasis digital, terdapat potensi penghematan biaya ribuan lembar kertas untuk pengurusan SK kenaikan pangkat," ujarnya dalam acara penandatangan MoU Kemenkeu dan BKN, Jakarta, Senin (19/8/2019).

"Juga kertas untuk SK pensiun, penyesuaian karena tugas belajar, dan lain-lain,” sambung perempuan yang kerap disapa Ani itu.

Baca juga: Ketika Sri Mulyani Minta Tolong Anak Muda Awasi Anggaran Negara

Selain itu, juga dapat dihemat biaya pencetakan, ruang penyimpanan berkas, hingga waktu yang harus diluangkan para pimpinan untuk menandatangai SK secara basah.

Sebab, kini dengan perkembangan teknologi, tandatangan bisa dilakukan secara digital menggunakan tandatangan digital.

Hal ini pula yang menjadi salah satu poin MoU antara Kemenkeu dan BKN. Untuk pengembangan manajemen ASN, penggunaan tanda tangan digital (digital signature) akan diakui bagi kepentingan dokumen kepegawaian yang diterbitkan oleh kedua pihak.

Selain itu, Kemenkeu dan BKN juga sepakat dapat melakukan pertukaran data pada Sistem Informasi ASN di kedua institusi.

Pertukaran data itu yakni Human Resources Information System (HRIS) Kementerian Keuangan dengan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) yang ada di BKN.

Baca juga: Saat Pusing, Menteri Susi Kerap Jadikan Sri Mulyani Pelampiasan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.