Sampai Kapan 3 Pesawat Garuda dan Sriwijaya Air Dilarang Terbang?

Kompas.com - 18/10/2019, 07:12 WIB
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA136 tujuan Jakarta - Pangkalpinang kembali (return to base) ke Bandara Soekarno Hatta setelah hampir mendarat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada Rabu (24/9/2019) karena jarak pandang yang minim. Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoMaskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA136 tujuan Jakarta - Pangkalpinang kembali (return to base) ke Bandara Soekarno Hatta setelah hampir mendarat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada Rabu (24/9/2019) karena jarak pandang yang minim.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang terbang 3 pesawat Boeing 737 NG milik Garuda dan Sriwijaya Air karena adanya retakan di badan pesawat tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pesawat tersebut bisa saja beroperasi lagi. Namun, pemerintah kata dia akan menunggu rekomendasi Boeing.

"Sampai kapan di-grounded? Sampai nanti ada rekomendasi dari Boeing," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Retakan di Pesawat, Garuda Pertimbangkan Minta Ganti Rugi ke Boeing

Bila Boeing memberikan rekomendasi Boeing 737 NG milik Garuda dan Sriwijaya Air bisa beroperasi lagi, Kemenhub akan memberikan izin terbang.

Ia menuturkan, akibat larangan terbang 3 pesawat tersebut, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air mengalami kerugian.

"Ya pasti rugi kan. Tidak beroperasi pasti rugi," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Avirianto mengatakan, terdapat crack di salah satu dari tiga pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack di dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari lima pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Baca juga: Ada Retakan, Boeing Menginspeksi Semua Pesawat 737 NG di Seluruh Dunia

Avirianto menambahkan, pihaknya telah memerintahkan operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat B737NG agar segera melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive.

Instruksi tersebut berupa B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak 11 Oktober 2019.

Lalu, B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1.000 FCN sejak 11 Oktober 2019.

Kemudian akan dilakukan pemeriksaan kembali setiap 3.500 FCN secara berulang.

Baca juga: Garuda Bersama Boeing Lakukan Pemeriksaan Komprehensif Pesawat 737 NG

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X