RI Diserbu Barang Impor llegal, Ini Instruksi Sri Mulyani

Kompas.com - 20/12/2019, 16:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019) Dokumen Biro KLI Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019)
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginstruksikan jajaran Kementerian Keuangan untuk kerja keras meminimalisir serbuan barang impor ilegal di akhir tahun.

Hal tersebut dia ungkapkan ketika melantik jajaran pejabat eselon II Kemenkeu di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Tahun ini, Ditjen Bea Cukai terus mengagalkan upaya serbuan barang impor ilegal. Diantaranya upaya penyelundupan kendaraan-kendaraan merah.

Baca juga: Sri Mulyani Minta Pegawai Kemenkeu Tak Libur Akhir Tahun

"Saya ingin juga sampaikan pesan Bapak Presiden untuk kita menjadi penjaga perekonomian dari serbuan barang-barang ilegal maupun impor akibat terjadinya perang dagang," ujar dia.

Dia pun menekankan, meski ekonomi RI terbuka, namun harus tetap bisa kompetitif dan efisien sehingga tidak kehilangan potensi-potensi pendapatan, baik dari perpajakan maupun bea masuk impor.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, tugas penting jajaran otoritas kepabeanan dalam menjaga pasar dalam negeri dari gempuran barang impor ilegal.

Pasalnya, jika melihat realisasi penerimaan Ditjen Bea Cukai hingga November 2019, penerimaan dari bea masuk dan bea keluar masih jauh dari target yang ditetapkan oleh APBN.

Penerimaan kepabeanan terdiri dari bea masuk Rp 33,59 triliunatau 86,49 persen dari pagu, Bea Keluar Rp 3,2 triliun atau capai 72,11 persen dari pagu.

Baca juga: Jokowi: Ekspor RI Masih Didominasi Perusahaan Besar

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X