Ini Perbandingan Tarif 4 Kereta Bandara di Indonesia

Kompas.com - 30/12/2019, 11:09 WIB
Petugas mengecek kondisi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), seusai membuka pembungkus terpal, di Stasiun Simp Haru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/2). KRDE dengan nama Minangkabau Ekspress yang berkapasitas maksimal 589 penumpang itu sementara disimpan di dipo lokomotif dan akan dilakukan ujicoba pada Senin (26/2). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/18. Iggoy el FitraPetugas mengecek kondisi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), seusai membuka pembungkus terpal, di Stasiun Simp Haru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/2). KRDE dengan nama Minangkabau Ekspress yang berkapasitas maksimal 589 penumpang itu sementara disimpan di dipo lokomotif dan akan dilakukan ujicoba pada Senin (26/2). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/18.

2. Kereta Bandara Minangkabau

Inisiasi pembangunan KA Bandara Internasional Minangkabau (KA BIM) sebenarnya sudah dimulai sejak 2006, saat Sumatera Barat masih dipimpin Gubernur Gamawan Fauzi.

Pembangunan lintasan baru kereta bandara ini sebenarnya relatif pendek, hanya sepanjang 4 kilometer dari Duku ke kawasan bandara, lantaran sudah ada rel eksisting yang dibangun Belanda dari Stasiun Padang ke Duku sepanjang 18,8 kilometer.

Beberapa kali, proyek kereta bandara ini mandek. Padahal, proses pembebasan lahan sudah dilakukan sejak tahun 2011 alias tertunda selama 5 tahun.

Dengan nama Minangkabau Ekspres, kereta bandara ini menghubungkan pusat Kota Padang menuju BIM dengan melewati empat stasiun, yaitu Stasiun Padang di Simpang Haru, Stasiun Tabing, Stasiun Duku dan Stasiun BIM dengan total panjang 22,8 kilometer.

Tarif yang ditetapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pengelola yakni sebesar Rp 10.000 untuk jarak jauh dari pusat kota menuju bandara ataupun sebaliknya.

Baca juga: Awal 2020, Kapasitas Terminal Minangkabau Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat

3. Kereta Bandara Kualanamu

Kereta Bandara Kualanamu merupakan kereta bandara pertama yang beroperasi di Indonesia. Kereta ini mulai tahun 2013 dengan tarif sebesar Rp 100.000.

Selain itu, kereta yang berangkat dari Stasiun Besar Medan ini juga jadi kereta bandara pertama di Indonesia yang menggunakan jalur layang.

Dengan panjang jalur layang mencapai 10,8 kilometer (km), jalur darat 22 km (at grade) dan memiliki jalur ganda, waktu tembuh Kereta Bandara di Medan pun kini jadi lebih cepat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X