Mobil Baru Kredit Sudah Kena Banjir, Bagaimana Asuransinya?

Kompas.com - 04/01/2020, 13:39 WIB
Sejumlah warga mengevakuasi barang berharga di rumah mereka yang sempat terendam banjir di kawasan Pondok Gede Permai, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis(2/1/2020). Banjir di kawasan tersebut, merupakan banjir terparah di wilayah Bekasi. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSejumlah warga mengevakuasi barang berharga di rumah mereka yang sempat terendam banjir di kawasan Pondok Gede Permai, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis(2/1/2020). Banjir di kawasan tersebut, merupakan banjir terparah di wilayah Bekasi.


JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang melanda Jabodetabek sejak malam tahun baru (1/1/2020) hingga Rabu (1/1/2020) pagi membuat kawasan Jabodetabek dilanda banjir. Bahkan di beberapa wilayah, ketinggian genangan air mencapai 1 meter lebih.

Kondisi yang merata tersebut turut menyebabkan banyak kendaraan pribadi berupa sepeda motor maupun mobil terseret banjir hingga terendam. Banjir surut, banyak kendaraan mengalami kerusakan parah.

Selanjutnya, bagaimana cara klaim asuransinya jika terjadi kerusakan?

Chief Executive Officer Adira Insurance, Julian Noor, menjelaskan tak semua mobil yang sudah diasuransikan kemudian bisa melakukan klaim karena imbas banjir.

Kendaraan yang masih dalam masa kredit lazimnya dilengkapi asuransi, namun Anda tetap harus memastikan cakupan risiko yang ditanggungnya.

Pasalnya, dalam asuransi mobil terdapat dua jenis cover asuransi, yaitu cover standar tanpa perluasan risiko banjir dan bencana alam. Kemudian ada pula asuransi yang diperluas yang mencover bencana alam termasuk banjir.

Baca juga: Drainase Vertikal Penangkal Banjir Jakarta, Sudah Tahu Belum?

"Kalau memang tidak diperluas otomatis asuransi tidak menjamin. Tapi kalau diperluas kita tinggal melaporkan, walau enggak hapal nomor polis asal kasih nama bisa dicari by call center," kata Julian seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (4/1/2020).

Karena ada dua jenis asuransi, sambung Jualian, pemilik mobil harus memastikan dengan cermat jenis pertanggungan polis yang tertera dalam dokumen penjaminan asuransi saat pembelian mobil.

Asuransi yang mencover bencana alam seperti banjir memang terpisah atau bersifat total loss only (TLO). Sebab, jika tak diasuransikan, kerusakan pada mobil yang terkena terjangan banjir bakal sangat menguras kantong.

"Lalu asuransi akan mengirimkan mobil derek karena ketika banjir memang tidak dianjurkan untuk menyalakan mesin atau menerobos,"katanya lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X