Tahun Ini Pertamina Mulai Lakukan Pengeboran Minyak di Blok East Natuna

Kompas.com - 09/01/2020, 15:56 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, dan Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, memberi konferensi pers terkait sektor ESDM dalam Nataru, kepada awak media. DOK. BPH MigasMenteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, dan Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, memberi konferensi pers terkait sektor ESDM dalam Nataru, kepada awak media.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebutkan, untuk mengembangkan migas di Blok East Natuna, pemerintah akan membangun kilang minyak mini yang berkapasitas sekitar 20.000 barrel per hari.

Minyak yang akan diproduksikan ini, rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di sekitar Natuna, antara lain untuk bahan bakar kapal TNI dan para nelayan.

"Itu East Natuna itu kan ada dua lapangan ya, satu lapangan gas yang mengandung CO2 tinggi dan minyak. Nah kita fokus untuk menyelesaikan yang lapangan minyaknya dulu. Karena kalau minyak investasinya tidak terlalu besar karena tidak memisahkan CO2-nya kan," kata Djoko ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Datang ke Natuna, Ini Janji Edhy Prabowo ke Nelayan

Ditargetkan tahun ini, Pertamina akan memulai pengeboran di Blok East Natuna.

"Kita fokus ke minyak dulu, mudah-mudahan tahun ini sudah dilakukan pengeboran di Natuna D Alpha, minyaknya. Di samping itu ada Lapangan Sembilang di Natuna kita akan selesaikan bulan ini juga," ujarnya.

Lebih lanjut, Djoko Siswanto mengatakan, investasi untuk pembangunan kilang minyak mini ini, juga akan ditawarkan kepada badan usaha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau yang Natuna D Alpha iya Pertamina sebagai operator. Sekarang Pertamina sedang mencari partner, di samping itu Exxon juga kita tawarkan memfokuskan untuk mengerjakan yang minyaknya dulu," katanya.

Baca juga: Kenapa Kapal China Jauh-jauh Cari Ikan ke Natuna?

Sebagaimana diberitakan, pemerintah berencana akan memproduksikan lebih dulu cadangan minyak di Blok East Natuna, baru kemudian gasnya. Blok East Natuna memiliki dua level di mana level atas merupakan gas dan level bawah adalah minyak.

Cadangan gas di East Natuna diperkirakan 4 kali lipat dari Blok Masela.

Dilansir dari Harian Kompas, 23 Juli 2016, Haposan Napitupulu, mantan Deputi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas, menjabarkan bahwa laut Natuna memiliki cadangan minyak dan gas (migas) yang sangat besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.