Pengemudi Transportasi Daring Keluhkan Sudah Bayar Pajak Ke Aplikator

Kompas.com - 21/01/2020, 21:20 WIB
Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang. Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) mengeluhkan ada aplikator telah memberlakukan pungutan pajak sebesar 6 persen.

Ketua PPTJDI Igun Wicaksono mengatakan padahal menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, transportasi daring harusnya belum masuk angkutan resmi yang artinya belum ada aturan baku mengenai pajak.

"Dari kami sudah ada yang dipungut pajak, meskipun belum semua. Ini kami minta aturan soal ini juga dibahas dengan jelas, supaya tidak merugikan semua pihak,” ucap Igun saat RDPU, dengan komisi V, Selasa (21/1/2020).

Ia mengatakan selama ini pajak yang dibayarkan mitra juga belum jelas peruntukannya, sebab sampai saat ini aplikator tidak memberikan rinciannya.

"Kami mulai dipotong pajak sama aplikator tapi kita tidak dapat bukti setor karena ini juga belum ada hukum jelas," ucapnya.

Baca juga: Ojek Online Minta Statusnya Menjadi Transportasi Legal

Untuk itu iya mengatakan agar tranportasi daring dapat masuk dalam revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk menjadi angkutan umum legal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di waktu yang sama Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan beberapa daerah mengeluhkan bahwa operasi bisnis transportasi daring saat ini belum bisa dijadikan objek pajak.

"Saya mencatat tadi juga ini contoh saja daerah tidak mendapat keuntungan . Padhal mereka menggunakan jalan yg dibangun oleh APBD dan APBN tapi pajak tak ada pajak yang masuk ke kas daerah," ucap Lasarus

Untuk itu, ia mengatakan, tahun 2020 ini revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 akan segera diselesaikan untuk mendapatkan kejelasan pajak, dan termasuk hubungan kerja transportasi daring.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.