Meski Ada Brexit, Pemerintah Lebih Khawatirkan Dampak Virus Corona

Kompas.com - 31/01/2020, 22:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keputusan Inggris untuk melepaskan diri dari Uni Eropa yang akan terealisasi pada Jumat (31/1/2020) waktu setempat tak akan berdampak banyak pada Indonesia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan saat ini risiko terbesar yang harus di hadapi Indonesia adalah ketidakpastian yang muncul akibat wabah virus Corona.

"Saya rasa enggak (berdampak), mungkin kita sekarang lebih concern mengenai Corona, karena magnitude pengaruhnya ini belum settle karena kita belum tahu penyebarannya, tingkat kematian meningkat cepat, itu mungkin memberikan ketidakpastian," ujar dia.

Baca juga: Virus Corona Hambat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung?

Inggris Raya bakal keluar dari Uni Eropa pada pukul 23.00 waktu setempat. Lepasnya Inggris dari Uni Eropa berarti berbagai kerja sama antara Inggris dengan beberapa negara bagian kawasan tersebut tak lagi berlanjut.

Sri Mulyani menjelaskan rencana Brexit sudah lama berhembus dan dampak yang muncul bakal lebih terasa di Inggris dan Uni Eropa.

"Kita tentu harus waspada dalam artian kedua-duanya kalau bersikeras pasti ada agreement yang tidak menguntungkan kedua belah pihak menurut saya, dibandingkan pada saat UK (United Kingdom) di dalam Uni Eropa," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Artinya traffic manusia dan capital itu akan terpengaruh, dan jangan lupa UK selama ini sebagai financial center hub, jadi kemudian memberikan dinamika yang harus kita baca dengan teliti," lanjut Sri Mulyani.

Namun demikian, Sri Mulyani mengatakan dirinya masih mempelajari lebih lanjut dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

"Jadi sampai hari ini menurut saya tidak ada, namun dalam jangka panjang bagaimana antara Eropa dengan Inggris di dalam melakukan agreement pemisahan itu tetap bisa menjaga kepentingan keduanya, dalam artian dia tetap bisa menjaga kepentingan ekonomi kedua belah pihak," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.