Luhut: China Sudah Paham Kebijakan RI Soal Penghentian Penerbangan dan Impor

Kompas.com - 06/02/2020, 20:48 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini keputusan Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona dari China tak akan mengganggu kerja sama kedua negara.

Seperti diketahui, pemerintah menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China serta membatasi impor dari China untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

"Enggak juga (mengganggu kerja sama bilateral). Dia sudah paham soal itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Batik Air Kurangi Penerbangan ke Thailand

Pemerintah menyatakan, penghentian sementara layanan penerbangan dari dan ke China sejak 5 Februari 2020 sudah sesuai imbauan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Luhut juga mengatakan, aturan penghentian penerbangan akan dievaluasi secara berkala sembari menunggu perkembangan terkait penyebaran virus Corona di China.

"Kami sudah bilang evaluasi tiap dua hari. Kita juga enggak boleh lari dari WHO, kami ikuti. Harus comply dengan itu," ucapnya,

Baca juga: Gelar Pertemuan dengan OJK, Korban Jiwasraya Merasa Dipingpong

Sebelumnya, Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menilai penghentian impor sejumlah produk dari China oleh Indonesia berpotensi berdampak negatif terhadap hubungan perdagangan kedua negara.

Xiao mengatakan, hingga kini belum ada bukti bahwa virus Corona dapat ditularkan melalui barang-barang impor. Bahkan ucapnya, WHO sebelumnya telah menyatakan ketidaksetujuannya atas tindakan pembatasan perdagangan ke China.

Xiao Qian merujuk pernyataan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menyatakan tidak ada alasan untuk mengintervensi perdagangan dan perjalanan internasional terkait virus Corona.

Oleh karena itu, Dubes Xiao berharap agar Indonesia dapat mempertimbangkan saran WHO.

Baca juga: Virus Corona Kian Mengkhawatirkan, Diler Tesla di China Mulai Tutup



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X