Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berusia 25 Tahun, Miliarder India Ini Akan Ekspansi Bisnis Perhotelannya ke AS

Kompas.com - 16/02/2020, 13:12 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Hanya membutuhkan waktu enam tahun bagi Ritesh Agarwal menjadi bagian dari miliarder termuda di India. Sebelumnya, dirinya adalah produk drop out dari sekolah.

Dikutip dari CNN, pada usia 19 tahun Argawal mendirikan jaringan hotel murah OYO di Kota Guragon yang berada di luar Ibukota India. Di usianya yang ke 25 Ritesh telah mengembangkan usahanya secara global dan akan memperluas jaringan bisnisnya ke Amerika Serikat.

Saat ini, India masih menjadi pasar terbesar OYO, yang tersebar di 18.000 lokasi. Sementara di China, OYO telah tersebar di 333 kota dengan 13.000 jaringan hotel merah. Logo merah putih khas perusahaan tersebut pun juga sudah tersebar di hotel-hotel Inggris, Indonesia, Filipina bahkan Uni Emirat Arab.

Baca juga: Miliarder Dunia Terus Bertambah, Ini Penyebabnya

Amerika Serikat, merupakan salah satu tempat yang menurut dia bakal memberikan kesempatan luas untuk mengembangkan bisnisnya.

"Amerika Serikat merupakan salah satu pasar perhotelan terbesar, naik dalam hal pariwisata domestik maupun internasional. Dan karena itulah memberikan peluang besar bagi kami," ujar Argawal.

Di Amerika Serikat, OYO telah memiliki 200 cabang. Namun Argawal menilai seharusnya perusahaan bisa mengembangkan cabang lebih banyak. Di Agustus 2019 lalu, OYO membeli 657 ruangan di Hooters Casino Hotel di Nevada. Argawal pun telah mengganti nama Hotel tersebut menjadi OYO Hotel & Casino Las Vegas.

Pembelian Hooters Hotel merupakan bisnis yang tidak biasa bagi OYO. Berdasarkan portofolio hotel yang dimiliki perusahaan di seluruh dunia, hanyah ada dua lokasi yang benar-benar dimiliki oleh OYO. Sisanya menggunakan skema bisnis waralaba atau OYO menyewa hotel dari pemiliknya.

OYO merupakan kepanjangan dari On Your Own yang tadinya hanya merupakan website untuk menawarkan inventirasasi kamar hotel bermerek di seluruh India dengan fasilitas standar seperti WiFi gratis, TV layar datar, alas kasur yang berkualitas dan perlengkapan mandiri bermerek.

Baca juga: Indosat: 80 Persen dari 677 Karyawan Setuju Kena PHK

Modal awal perusahaan pun berasal dari Lightspeed Ventures dengan nilai investasi awal sebesar 600.000 dollar AS.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendag Zulhas Larang Minyakita Dijual Online, Shopee dkk Kompak Turunkan Produk

Mendag Zulhas Larang Minyakita Dijual Online, Shopee dkk Kompak Turunkan Produk

Whats New
Tutup Pekan, IHSG Menguat ke Level 6.911

Tutup Pekan, IHSG Menguat ke Level 6.911

Whats New
Gaji UMR Gresik 2023, Tertinggi Kedua se-Jatim setelah Surabaya

Gaji UMR Gresik 2023, Tertinggi Kedua se-Jatim setelah Surabaya

Work Smart
 Menyusul The Fed, Bank Sentral Inggris dan Eropa Naikkan Suku Bunga 0,5 Persen

Menyusul The Fed, Bank Sentral Inggris dan Eropa Naikkan Suku Bunga 0,5 Persen

Whats New
Cerita Luhut Ungkap 2 Prioritas Jokowi ke Investor Asing

Cerita Luhut Ungkap 2 Prioritas Jokowi ke Investor Asing

Whats New
PMI Manufaktur RI Naik Jadi 51,3, Ditopang Kuatnya Permintaan Dalam Negeri

PMI Manufaktur RI Naik Jadi 51,3, Ditopang Kuatnya Permintaan Dalam Negeri

Whats New
Janji OJK Perbaiki Tata Kelola Industri Asuransi

Janji OJK Perbaiki Tata Kelola Industri Asuransi

Whats New
Buntut Kasus Gagal Bayar Wanaartha Life, OJK Bakal Tindak Tegas Pemberi Jasa yang Terlibat

Buntut Kasus Gagal Bayar Wanaartha Life, OJK Bakal Tindak Tegas Pemberi Jasa yang Terlibat

Whats New
Minat IPO Tinggi, 38 Perusahaan Antre Melantai di Bursa Efek Indonesia

Minat IPO Tinggi, 38 Perusahaan Antre Melantai di Bursa Efek Indonesia

Whats New
Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA karena Ganti HP

Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA karena Ganti HP

Spend Smart
PKT Gelontorkan Dana Rp 20 Triliun Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

PKT Gelontorkan Dana Rp 20 Triliun Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

Whats New
Stafsus Erick Thohir: Berkas Dugaan Korupsi Dana Pensiun BUMN Sudah di Tangan KPK

Stafsus Erick Thohir: Berkas Dugaan Korupsi Dana Pensiun BUMN Sudah di Tangan KPK

Whats New
Ribuan Investasi Ilegal Ditutup, OJK: Kami Heran Masyarakat Mudah Terjerat

Ribuan Investasi Ilegal Ditutup, OJK: Kami Heran Masyarakat Mudah Terjerat

Whats New
Bandara Internasional Akan Dipangkas Jadi 15, Kemenhub: Masih Dibahas

Bandara Internasional Akan Dipangkas Jadi 15, Kemenhub: Masih Dibahas

Whats New
Sail Teluk Cendrawasih, Luhut Minta Bisa Akselerasi Peningkatan Ekspor Hasil Kelautan

Sail Teluk Cendrawasih, Luhut Minta Bisa Akselerasi Peningkatan Ekspor Hasil Kelautan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+