Gara-gara Ladang Ganja di Aceh, Buwas Terinspirasi Berbisnis Kopi

Kompas.com - 19/02/2020, 13:12 WIB
Ketua Kwartir Nasional Pramuka Budi Waseso usai menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKetua Kwartir Nasional Pramuka Budi Waseso usai menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso rupanya ikut berkecimpung di bisnis kopi.

Jenderal Polisi bintang tiga itu meluncurkan produk yang diberi nama “ Kopi Jenderal” di Kantor Perum Bulog pada Rabu (19/2/2020).

“Kenapa saya kasih nama Kopi Jenderal? Secara kebetulan, saya pangkatnya jenderal, itu cuma ada di TNI, POLRI. Saya pensiun bintang tiga. Makanya di situ (logo) saya kasih bintang tiga,” ujar pria yang akrab disapa Buwas itu.

Baca juga: Cerita Buwas Urus Beras, Maju Mundur Kena...

Buwas menceritakan awal mulanya dia terjun ke bisnis kopi saat masih menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Saat di BNN, dia kerap melakukan penindakan terhadap ladang-ladang ganja di Aceh. Dari situ, dia mencoba mencari alternatif lain agar para petani tak lagi menanam ganja, malainkan menanam tumbuhan yang lebih bermanfaat.

Menurut dia, tanah di Aceh sangat subur. Makanya, ganja asal Aceh menjadi nomor satu di dunia.

“Tapi ini alternatif development tidak bisa ganja, harus berubah, karena ganja kurang bermanfaat. Salah satunya dari Kolombia mengatakan (tanaman yang cocok) kopi. Karena ketinggian 1.200-1.400 meter itu bagus untuk kopi dan hasilnya berkualitas,” kata Buwas.

Baca juga: Buwas: Mafia Beras BPNT Raup Untung Rp 9 Miliar Per Bulan

Singkat cerita, akhirnya Buwas beserta anggota BNN lainnya memutuskan untuk mengalihkan bisnis para petani, yang tadinya menanam ganja menjadi menanam kopi.

Tak disangka, kopi yang ditanam oleh para petani itu hasilnya sangat berkualitas.

Oleh Buwas, hasil produksi kopi dari para petani itu dia beli. Lalu, usai pensiun dari Polri dia mulai belajar mengenai seluk beluk industri kopi.

Setelah mulai paham, Buwas memberanikan mengekspor produksi petani kopi asal Aceh ke luar negeri.

“Coba kita jual ke negara luar, yaitu Eropa. Dan mengejutkan sampai Eropa (sambutannya) luar biasa. Akhirnya saya terkonsenterasi dengan produk di Eropa. Ada 7 negara yang minta terus. Jadi nama (Kopi Jenderal) ini terkenalnya di Eropa, di Indonesia belum,“ ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X