Ekonom: Banjir Tak Hanya Ganggu Ekonomi Jakarta, tapi...

Kompas.com - 26/02/2020, 11:31 WIB
Sejumlah petugas membantu mendorong mobil yang mogok akibat banjir di gerbang tol Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Menurut petugas banjir merendam pintu tol dari jam 03.00 WIB akibat luapan air dari waduk ria rio. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. Fakhri HermansyahSejumlah petugas membantu mendorong mobil yang mogok akibat banjir di gerbang tol Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Menurut petugas banjir merendam pintu tol dari jam 03.00 WIB akibat luapan air dari waduk ria rio. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (25/2/2020) dinilai berdampak cukup signifikan terhadap rantai perekonomian nasional.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah mengatakan, terganggunya berbagai aktifitas perekonomian di Jakarta akibat banjir juga berimbas kepada daerah lain.

"Banjir tidak hanya mengganggu aktifitas ekonomi di Jakarta tetapi juga yang di luar Jakarta," ujar dia kepada Kompas.com, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Sandiaga Uno: RI Masih Negara Berkembang, Belum Berpenghasilan Tinggi

Menurutnya, hal ini diakibatkan terganggunya distribusi dari wilayah Ibu Kota ke daerah lainnya.

"Distribusi barang terhenti, otomatis merugikan banyak pelaku ekonomi di luar Jakarta," kata dia.

Selain itu, banjir juga dinilai sangat merugikan pelaku usaha di Jakarta. Kerugian ini dirasakan oleh pelaku usaha kecil maupun besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita bisa melihat sendiri karena adanya banjir warung dan toko tidak bisa buka. Artinya mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan," tuturnya.

Baca juga: Akankah Pemerintah Suntikan Rp 15 Triliun Demi Selamatkan Jiwasraya?

Sementara itu, bagi pelaku usaha besar kerugian dirasakan dari berbagai aspek. Mulai dari jalur distribusi yang terganggu hingga banyaknya pegawai yang tidak bisa bekerja.

"Belum lagi kalau kita memperhitungkan secara ekonomi dampak negatif banjir lainnya, seperti rusaknya fasilitas umum, munculnya gangguan kesehatan masyarakat, atau juga munculnya ketegangan atau friksi sosial," ujarnya.

Oleh karenanya, Pieter mendorong pemerintah untuk segera menangani bencana ini dan melakukan pencegahan agar hal serupa tidak berulang.

"Jadi kalau di total kerugian yang ditimbulkan oleh banjir ini sangat besar," ucapnya.

Sebagai informasi, banjir telah menggenangi beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (25/2/2020). Akibatnya banyak pelaku usaha yang mengeluhkan bisnisnya terganggu.

Baca juga: Mau Nelayan RI Melaut Sampai Alaska, Edhy Prabowo Lobi Internasional

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.