Bursa Turun, Investor Masih (Bisa) Tidur Nyenyak?

Kompas.com - 01/03/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKSIlustrasi

KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan signifikan terutama 1 minggu terakhir di Februari 2020 membuat sebagian investor merasa resah.

Banyak yang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebaiknya dilakukan.

Penyebab utama dari penurunan IHSG adalah kekhawatiran akan meluasnya (outbreak) virus COVID-19. Harga saham tidak hanya turun di Indonesia, nasib serupa juga terjadi pada indeks saham di negara Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Jika wabah meluas, dampaknya tidak hanya sentimen sesaat saja tapi juga langsung ke sektor riil. Sebut saja sektor pariwisata yang mulai sepi pengunjung, perjalanan umrah yang dibatalkan, harga komoditas yang diekspor ke China mengalami penurunan seperti batu bara dan timah, pertemuan bisnis yang ditunda dan sebagainya.

Dari kacamata pasar modal, dampak sektor riil berarti turunnya omset, kredit macet meningkat, laba bersih turun atau bahkan negatif, yang pada akhirnya secara fundamental berarti harga wajar saham yang turun.

Secara sentimen, investor juga akan melakukan risk off, atau menghindari risiko dengan menjual sahamnya terlebih dahulu dalam jangka waktu dekat. Hal ini yang memicu penurunan IHSG dan bursa saham dunia 1 minggu terakhir ini.

Semakin cepat kekhawatiran akibat virus ini dapat diantisipasi, maka semakin terbatas pula efeknya terhadap sektor riil dan juga harga saham. Permasalahannya tidak ada yang tahu ini sampai kapan dan khusus untuk saham, turunnya bisa sampai pada harga berapa.

Secara historis, kekhawatiran bursa saham akibat suatu virus, biasanya datang dengan cepat, perginya juga cepat. Mudah-mudahan untuk COVID-19 ini juga sama. Jika hanya sebentar saja, mudah-mudahan hanya sentimen dan tidak berdampak ke fundamental.

Berapa lama sebentar itu? Pendapat pribadi saya, mudah-mudahan tentang COVID-19 sudah tidak menjadi headline di bulan April nanti. Jadi efeknya benar-benar hanya sentimen sementara saja dan pemulihan saham juga bisa berjalan cepat.

Kaitan dengan kasus gagal bayar investasi dan rekening efek diblokir?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X