Halodoc Minta Apotek Rekanan Jual Masker dengan Harga Wajar

Kompas.com - 04/03/2020, 19:11 WIB
Sejumlah warga membeli masker di pasar proyek Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). Menurut pedagang permintaan serta harga masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) meningkat 1000 persen, usai Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Depok positif terinfeksi virus corona. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah warga membeli masker di pasar proyek Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). Menurut pedagang permintaan serta harga masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) meningkat 1000 persen, usai Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Depok positif terinfeksi virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform kesehatan Halodoc meminta apotek-apotek rekanannya menjaga harga masker, hand sanitizer, dan alat-alat kesehatan lainnya.

Ini menyusul kepanikan beli pasca konfirmasi kasus positif corona pada warga negara Indonesia (WNI). Akibatnya, harga masker dan hand sanitizer melonjak lantaran tingginya permintaan.

Stok produk-produk ini pun menjadi langka di berbagai pusat perbelanjaan ataupun minimarket dan warung.

Baca juga: Ada Virus Corona, Pemerintah Tegaskan Tidak Larang Ekspor Masker

Kondisi ini sayangnya dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk menjual produk-produk tersebut dengan harga tinggi yang tergolong sudah tidak wajar. Terpantau harga masker dan cairan pembersih tangan di berbagai e-commerce telah jauh melampaui harga jual pada kondisi biasa.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan, apotek rekanan hendaknya menjaga harga jual alat penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan dan multivitamin di harga yang wajar.

"Beberapa bulan belakangan ini wabah Covid-19 telah melanda global dan telah merenggut banyak jiwa serta menyebabkan kepanikan massa. Di Indonesia sendiri, Presiden Jokowi beserta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dr Terawan Agus Putranto secara resmi telah mengumumkan adanya 2(dua) kasus Covid-19 di Indonesia," tulis Jonathan dalam keterangannya, Rabu (4/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: KPPU: Belum Ada Dugaan Pelanggaran Harga Masker

Pernyataan resmi tersebut dan maraknya pemberitaan di media massa, imbuh Jonathan, menyebabkan kepanikan di masyarakat serta menimbulkan lonjakan kebutuhan alat penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan serta multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sayangnya banyak pihak yang menyalahgunakan kondisi ini dengan menjual barang-barang tersebut di harga jual yang tidak wajar.

"Saya ingin mengajak seluruh apotek rekanan Halodoc untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif di tengah-tengah kondisi yang kurang baik ini, yaitu dengan menjaga harga jual seluruh alat penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan dan multivitamin di harga yang wajar," jelas Jonathan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.