Akibat Truk ODOL, Pengelola Jalan Tol Rugi Rp 1 Triliun Setiap Tahun

Kompas.com - 09/03/2020, 14:02 WIB
Razia ODOL di Jagorawi Razia ODOL di Jagorawi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyebutkan, kerugian yang dialami Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akibat keberadaan truk over dimension and over load (ODOL) mencapai Rp 1 triliun setiap tahun.

Angka tersebut sama dengan rata-rata pendapatan BUJT setiap bulan, yakni sebesar Rp 1 triliun.

"Angka pasti (kerugian) sekitar Rp1 triliun setiap tahun. Padahal kita tahu data tahun lalu itu pendapatan tol Rp 12 trilun sampai Rp 13 triliun. Dan kalau kerugian (akibat truk) ODOL sekitar Rp 1 triliun, artinya 1 bulan," ujar Danang di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Kemenhub Optimistis Januari 2023 Sudah Tidak Ada Truk ODOL

Kerugian tersebut dialami akibat biaya pemeliharaan yang perlu dikeluarkan untuk memperbaiki jalan tol rusak dilewati truk ODOL.

Misal saja, biaya pemeliharaan yang dianggarkan 5 tahun sekali, harus diubah menjadi 3 tahun sekali untuk segera memperbaiki jaan tol yang rusak.

"Kemudian yang 2 tahun jadi setiap tahun. Itu belanja pemeliharaan secara dini akan menjadi penghitungan kerugian sebenarnya," katanya.

Danang mengakui, pengelola jalan tol mengeluhkan kerugian yang disebabkan truk obesitas tersebut.

"Beberapa kali investor nasional menanyakan ke kita bagaimana suatu aturan jelas-jelas landasannya tidak dilakukan secara konsisten," katanya.

Baca juga: Asosiasi Feri Tak Mau Angkut Truk ODOL Mulai Mei 2020

Pemerintah juga kerap ikut membiayai perbaikan jalan tol yang rusak apabila anggaran BUJT sudah tidak mampu lagi.

Pembiayaan dilakukan pemerintah dengan cara melakukan penyesuaiaan terhadap tarif jalan tol.

"Ini yang akhirnya masyarakat, golongan 1 yang paling banyak ikut menanggung akibat dari kendaraan ODOL," ujarnya.

Oleh karenanya, Danang mendukung rencana pemerintah untuk melarang dari truk ODOL pada Januari 2023.

Menurutnya, upaya pelarangan truk ODOL di ruas jalan tol dapat dilakukan dengan mudah dan konsisten. Sebab porsi truk ODOL yang melintas jalan tol hanya mencapai 5 persen dari total pergerakan truk obesitas.

"Jalan tol ini traffic-nya kurang dari 5 persen dari traffic total jalan nasional. Sehingga kalau kita konsisten aja," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X