Soal Tambahan Cuti Bersama, Perusahaan Swasta Harus Ikuti Pemerintah?

Kompas.com - 11/03/2020, 08:49 WIB
Buruh perempuan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta menolak omnibus law RUU Cipta Kerja, Jumat (6/3/2020) Dokumen KSPIBuruh perempuan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta menolak omnibus law RUU Cipta Kerja, Jumat (6/3/2020)

Alternatifnya, lanjut dia, karyawan tetap mendapatkan tambahan libur sesuai aturan cuti bersama pemerintah, namun diganti skema ganti libur atau mengambil hak libur di hari lain.

Dalam beberapa praktik di lapangan, masih banyak pula perusahaan yang memberikan hak tambahan cuti bersama, namun di sisi lain memotong jatah cuti tahunan dari karyawan. 

"Nah dalam konteks perusahaan swasta, kalau dikembalikan ke perusahaan masing-masing, anjurannya jangan dipotong kepada jatah cuti yang diberikan kepada karyawan, walaupun banyak yang masih memotong jatah cuti karyawan di Indonesia," ujar Audi. 

"Ini masih berlaku di banyak perusahaan dan sayangnya perusahaan terkadang langsung memotong dan kadang tidak memberikan karyawan "memilih" apakah bisa mengambil keputusan tidak ikut cuti bersama," tambahnya. 

Baca juga: Lebih Baik CV Bahasa Inggris atau Indonesia? Ini Kata Pakar HRD

Soal hak libur dan cuti diatur dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Sementara untuk implementasi cuti bersama sesuai ketetapan pemerintah, diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 70 Tahun 2018.

Ada 4 poin dalam SE tersebut antara lain:

  • Cuti bersama yang ditetapkan pemerintah sudah menjadi bagian dalam cuti tahunan sebagaimana hak pekerja,
  • Pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan,
  • Pekerja/buruh yang melaksanakan cuti pada hari cuti bersama, maka hak cuti yang diambilnya mengurangi hak atas cuti tahunan pekerja/buruh yang bersangkutan,
  • Pekerja/buruh yang bekerja pada hari cuti bersama, maka hak cuti tahunannya tidak berkurang dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa.

Menurutnya, hak cuti bersama di luar cuti tahunan jadi benefit bagi karyawan.

Baca juga: Bolehkah Perusahaan Tahan Ijazah Karyawan? Ini Kata Pakar HRD

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X