UMKM Pun Terdampak Virus Corona, Transaksi Anjlok

Kompas.com - 13/03/2020, 10:34 WIB
Amin Sutimin pemulik Aneka Karya glass KOMPAS.com/ELSA CATRIANAAmin Sutimin pemulik Aneka Karya glass

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona memberikan dampak bagi kegiatan perekonomian global, tanpa terkecuali Indonesia.

Selain pertumbuhan ekonomi dan penerimaan lesu, dampak virus corona pun dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM).

Ini termasuk UMKM yang berorientasi ekspor. Terimbas virus corona, transaksi mereka lantas anjlok.

Baca juga: Ekspor Lentera Hias, UMKM Ini Raup Omzet Rp 100 Juta Per Bulan

Salah satu pelaku UMKM, yaitu Amin S Sutimin yang memiliki bisnis lentera hias Aneka Jaya Glass mengaku transaksi yang ia dapatkan menurun tiba-tiba sejak Januari 2020.

"Kerasa sih karena (virus) corona, enggak tahu kenapa tiba-tiba transaksi kita sejak Januari turun 20 persen," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Jakarta, Rabu (12/3/2020).

Sutimin mengatakan, dalam sebulan omzet lentera hias kreasinya bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta per bulan. Omzet itu diperoleh lantaran Amin mengekspor produknya ke Amerika Serikat dan Australia.

Baca juga: Virus Corona Tak Pengaruhi Penjualan UMKM Shopee ke Luar Negeri

Namun, untuk menyiasatinya, Amin memilih untuk mendongkrak penjualan di dalam negeri yang saat ini peminatnya pun cukup banyak.

"Cara antisipasinya kami meningkatkan penjualan di lokal yang pasarnya juga nggak sepi amat. Kalau di lokal kita biasanya menjual ke kota besar seperti Jakarta, Bali dan Solo selain itu kami juga aktif di beberapa pameran seperti ini," jelasnya.

Adapun Windi, pemilik usaha tenun songket Jembrana Kembar yang berlokasi di Bali, mengaku sanggar wisata belajar menenun miliknya sepi pengunjung.

Biasanya, satu hingga dua bus besar yang mengangkut wisatawan datang setiap hari untuk belajar menenun. Namun, sekarang jumlahnya turun drastis.

"Biasanya bus besar yang datang penuh tapi sekarang bus kecil saja, dari negara asingnya juga biasanya yang datang macam-macam ada dari China, Jepang dan Taiwan sekarang Amerika saja yang datang berkunjung," katanya.

Baca juga: Topang Ekonomi Nasional, UMKM Harus Diberi Insentif

Windi juga menceritakan keadaan di wilayah Bali yang kian sepi. Pasalnya, Bali yang merupakan tempat wisata populer selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara kini terlihat sepi.

"Bali sekarang sepi banget, biasanya banyak yang liburan ke sana kan sekarang sepi," lanjutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X