BUMN: Aset Sitaan Kasus Jiwasraya Tak Bisa Langsung untuk Bayar Klaim Nasabah

Kompas.com - 13/03/2020, 11:57 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengakui aset yang disita dari para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tak bisa langsung dijual untuk membayar tunggakan klaim para nasabahnya.

Sebab, aset dari para tersangka itu baru resmi dimiliki negara setelah ada keputusan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan.

“Misalkan nanti menang di Pengadilan Negeri, mungkin dia (tersangka) banding ke MA, dia banding lagi, mungkin dan ini kan butuh waktu 2-3 tahun untuk inkracht. Kalau aset dijual lagi, berapa lama, jual aset mereka lagi, bisa 3-4 tahun,” ujar Arya, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Pembeli Aset Jiwasraya Diutamakan dari Kalangan BUMN

Atas dasar itu, pemerintah memutuskan menjual aset milik Jiwasraya terlebih dahulu untuk membayar klaim nasabah.

Sebab, jika menunggu adanya keputusan hukum yang tetap memerlukan waktu yang lama.

“Nanti kan dengan sendirinya aset yang diambil dari para tersangka kalau sudah inkracht terbukti melanggar akan masuk uang negara lagi, jadi ini sebenrnya hanya pemindahan saja dan masalah waktu,” kata Arya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menyita aset para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan total nilai sebesar Rp 13,1 triliun.

"Jadi aset yang dapat kita sita itu sebanyak Rp 13,1 triliun, ini masih tetap berkembang," ujar Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin saat konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Efek Kasus Jiwasraya, Banyak Investor Alihkan Portofolio ke Obligasi

Kendati demikian, ia tidak menyebutkan secara rinci apa saja aset yang telah disita.

Namun, berdasarkan catatan Kompas.com, Kejagung telah menyita aset para tersangka berupa kendaraan, sertifikat tanah, perhiasan, tambang emas, tambang batu bara, hingga penangkaran ikan arwana.

Jumlah tersebut masih belum mencukupi kerugian negara yang baru saja diumumkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yaitu sebesar Rp 16,81 triliun.

Adapun para tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya, yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo.

Kemudian, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X