Kerja dari Rumah, Hindari 4 Kesalahan Ini agar Produktif

Kompas.com - 24/03/2020, 10:33 WIB
Ilustrasi bekerja di rumah omgimagesIlustrasi bekerja di rumah

 

Tak ada salahnya membeli kursi kerja yang nyaman dan meja khusus yang dapat menampung alat-alat kerja Anda.

Baca juga: Tegaskan Negatif Corona, Sri Mulyani Ingin Beri Contoh Bagaimana Kerja dari Rumah

Selain itu, pencahayaan pun berpengaruh. Sejumlah studi menemukan bahwa warna pencahayaan yang lebih sejuk dapat membuat seseorang lebih produktif bekerja.

Bila memungkinkan, pindahkan meja kerja agar lebih dekat ke jendela agar memperoleh lebih banyak sinar matahari. Riset menunjukkan hal ini dapat menurunkan depresi serta memperbaiki suasana hati dan energi.

3. Mengesampingkan kesehatan

Meskipun Anda tidak di kantor, ada kemungkinan aktivitas fisik Anda juga tak banyak di rumah. Anda tak perlu berjalan kaki ke ruang rapat, ke kantin atau restoran saat istirahat makan siang, atau bahkan lari mengejar transportasi umum.

"Seringkali saya merasa sakit punggung dan kaki saya kaku karena duduk selama lima jam tanpa menyadarinya. Saya terhanyut dalam ketenangan bekerja hingga lupa makan siang. Tidak lupa juga cemilan yang selalu ada," tutur Popomaronis.

Baca juga: Kebijakan Kerja dari Rumah Positif untuk Pegawai dan Perusahaan

Bahkan jika Anda rutin berolahraga, duduk dalam periode yang lama dapat menjadi faktor risiko kematian dini. Hal ini berdasarkan studi yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine.

Oleh karena itu, meski di rumah, jangan lupa untuk tetap berolahraga. Ada banyak aplikasi yang dapat Anda unduh untuk memastikan Anda tetap berolahraga dalam frekuensi yang cukup.

4. Tidak menciptakan struktur dan batasan

Ketika bekerja dari rumah, Anda cenderung akan mudah terdistraksi oleh urusan pribadi. Sebab, Anda lebih terhubung dengan orang-orang yang berada di luar kehidupan profesional.

"Itulah mengapa Anda membutuhkan struktur, jadwal konsisten yang selalu Anda patuhi untuk mencegah distraksi yang mengganggu alur kerja Anda. Cara termudah adalah membuat jadwal hal yang harus dilakukan," saran Popomaronis.

Baca juga: Pakai Sepatu hingga Istirahat, 7 Tips Produktif Kerja dari Rumah

Ia menyebut, daftar tersebut harus disusun secara spesifik, terukur, dan dapat dicapai. Daftar itu pun harus disesuaikan dengan apa yang telah selesai dikerjakan.

Menjaga struktur kerja juga berarti mengatur batasan juga. Tentu ada pengecualian, misal Anda memiliki anak yang masih kecil atau bahkan bayi.

Akan tetapi, yang penting adalah jelaskan kepada pasangan, teman, atau keluarga mengenai jam kerja Anda. Tak perlu sungkan untuk meminta jangan diganggu ketika tengah bekerja.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susi Air Buka Lowongan Kerja Khusus untuk Masyarakat Pangandaran, Simak Posisi dan Syaratnya

Susi Air Buka Lowongan Kerja Khusus untuk Masyarakat Pangandaran, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Banting Harga, Perusahaan Semen China Didenda KPPU Rp 22 Miliar

Banting Harga, Perusahaan Semen China Didenda KPPU Rp 22 Miliar

Whats New
[POPULER MONEY] Vaksin Gratis Tetap Ada | Cara Dapatkan BLT Ibu Hamil

[POPULER MONEY] Vaksin Gratis Tetap Ada | Cara Dapatkan BLT Ibu Hamil

Whats New
Selama Pandemi, Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Capai Rp 28,9 Triliun

Selama Pandemi, Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Capai Rp 28,9 Triliun

Whats New
Mengintip Makna dari Relief di Gedung Sarinah

Mengintip Makna dari Relief di Gedung Sarinah

Whats New
17 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

17 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

Whats New
Reklamasi Bekas Tambang Timah Habiskan Rp 29 Miliar

Reklamasi Bekas Tambang Timah Habiskan Rp 29 Miliar

Whats New
BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai

BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai

Whats New
Ini Enaknya Punya Kartu Kredit...

Ini Enaknya Punya Kartu Kredit...

Spend Smart
[POPULER DI KOMPASIANA] Parasut pada Pesawat | Kebijakan Baru WhatsApp | Setop Stigmatisasi Janda

[POPULER DI KOMPASIANA] Parasut pada Pesawat | Kebijakan Baru WhatsApp | Setop Stigmatisasi Janda

Rilis
Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Whats New
Meski Vaksin Mandiri untuk Korporasi Dibuka, Menkes Pastikan Vaksin Gratis Tetap Ada

Meski Vaksin Mandiri untuk Korporasi Dibuka, Menkes Pastikan Vaksin Gratis Tetap Ada

Whats New
Besok Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik, Ini Rinciannya

Besok Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik, Ini Rinciannya

Spend Smart
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Whats New
Motivasi Kerja Hilang di Awal Tahun Baru? Cas Lagi dengan 6 Cara Ini

Motivasi Kerja Hilang di Awal Tahun Baru? Cas Lagi dengan 6 Cara Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X