BI Ramal Ekonomi Indonesia Pulih Pada 2021

Kompas.com - 30/03/2020, 19:43 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Indonesia akan kembali pulih pada tahun 2021 mendatang. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, pemulihan ekonomi tersebut seiring perbaikan ekonomi secara global pasca-berakhirnya tekanan akibat wabah virus corona.

"Prospek perbaikan ekonomi dunia pasca-berakhirnya Covid-19 mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 kembali meningkat menjadi 5,2 sampai dengan 5,6 persen," katanya dalam keterangan tertulis di Buku Literasi Perekonomian Indonesia 2019, Senin (30/3/2020).

Dalam jangka menengah, lanjut Perry, perekonomian Indonesia diproyeksikan terus menguat sejalan dengan perbaikan perekonomian global dan peningkatan produktivitas.

Baca juga: Redam Dampak Corona, Ini 7 Jurus Bank Indonesia

Pemulihan ekonomi global yang mendorong aktivitas perdagangan dunia dan harga komoditas global akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja sektor eksternal.

Perry menambahkan, produktivitas Indonesia juga diramalkan meningkat sejalan dengan dampak positif reformasi struktural yang telah ditempuh dan pemanfaatan bonus demografi.

"Bank Indonesia memprakirakan dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,5 hingga 6,1 persen. Dengan inflasi terjaga di kisaran sasarannya serta defisit transaksi berjalan yang berada kisaran 2,2 sampai dengan 2,7 persen dari PDB hingga 2024," katanya.

Sebelumnya, BI merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 4,2-4,6 persen. Revisi pertumbuhan ekonomi ini lantaran penurunan dari sisi permintaan dan penawaran. Termasuk pengaruh disrupsi sisi produksi dan menurunnya keyakinan.

Selain itu, mobilitas pelaku ekonomi yang terhambat sejalan dengan upaya penanganan penyebaran virus corona di banyak negara termasuk Indonesia yang akan menurunkan kinerja perekonomian di sektor pariwisata, perdagangan, manufaktur, dan juga merambat ke sektor lainnya.

Kondisi tersebut menurut Perry, akan menurunkan kinerja ekspor barang dan jasa serta mendorong konsumsi swasta dan investasi menjadi lebih rendah.

Ketidakpastian pasar keuangan juga meninggi dipicu prospek perekonomian global yang menurun dan mempengaruhi modal jangka pendek ke negara berkembang, termasuk Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Whats New
Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Whats New
Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Whats New
1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Whats New
Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering 'Mengganggu' Bu Ani...

Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering "Mengganggu" Bu Ani...

Whats New
Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Whats New
Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Whats New
Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Whats New
Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Whats New
Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Whats New
Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X