Pemerintah Diminta Beri Bantuan untuk Kelas Menengah Rentan Miskin

Kompas.com - 21/04/2020, 14:01 WIB
Pengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDOPengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri menilai pemerintah perlu memperluas jangkauan pemberian bantuan sosial di tengah pagebluk virus corona kepada kelompok kelas menengah yang rentan miskin.

Pasalnya, pemerintah harus bisa mengompensasi sumber pendapatan masyarakat yang hilang lantaran aktivitas yang dibatasi di rumah untuk mencegah penyebaran virus.

Hal tersebut berbeda dengan kondisi krisis di masa-masa yang lalu ketika dukungan yang diberikan pemerintah yang berlaku untuk masyarakat miskin.

Baca juga: Pemerintah Minta BLT Dana Desa Dibagikan secara Nontunai

"Biasnaya bantuan ke penduduk miskin, mereka yang kena harus dibantu. Ini berbeda, orang itu harus tinggal di rumah karena PSBB, WFH, maka dia harus dibayar untuk tinggal di rumah," ujar Chatib dalam video conference, Selasa (21/4/2020).

"Karena itu perlindungan sosial harus diperluas. Untuk perlindungan sosial yang sifatnya tradisional kan support ke masyarakat miksin saja. Sekarang harus kompensasi ke yang di rumah aja. Ini yang bedaan situasi sekarang dengan beberapa krisis sebelumnya," jelas dia.

Chatib pun mengilustrasikan kasus Indonesia dihadapkan pada ancaman krisis di tahun 2013 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kala itu, dirinya yang menjabat sebagai Menteri Keuangan menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sasarannya adalah masyarakat miskin.

Baca juga: PKS Usulkan Dana Pelatihan di Kartu Prakerja Diubah Menjadi BLT

Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini, yaitu masyarakat kelas menengah yang sebulan lalu masih bisa mendapatkan penghasilan banyak yang sudah dirumahkan.

"Sekarang orang stay at home, kalau enggak dikasih uang, mereka harus keluar untuk kerja. Akibatnya PSBB tidak efektif. Contoh kasus di AS mereka kehilangan pendapatan, mereka nggak cukup kebutuhan, maka demonstrasi keluar. Harus ada perlindungan sosial lebih dari sekarang," ujar dia.

Berdasarkan data Bank Dunia, saat ini terdapat 115 juta orang di Indonesia yang masuk dalam kategori kelas menengah rentan miskin (aspiring middle class).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.