2,09 Juta Orang di Inggris Ajukan Klaim Tunjangan Pengangguran

Kompas.com - 20/05/2020, 07:08 WIB
Suasana Kota London sepi setelah wabah virus corona yang terjadi di Inggris, 19 Maret 2020. ShutterstockSuasana Kota London sepi setelah wabah virus corona yang terjadi di Inggris, 19 Maret 2020.
Penulis Mutia Fauzia
|

KOMPAS.com - Jumlah penduduk Inggris yang mengajukan tunjangan pengangguran mengalami lonjakan pada periode April 2020. Dikutip dari CNBC, hal tersebut merupakan dampak dari pandemi virus corona (Covid-19) yang menyebabkan gelombang pengangguran terjadi di negara tersebut.

Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris mencatatkan, klaim pengangguran meningkat 856.500 menjadi 2,97 juta orang pada Selasa (19/5/2020) pada periode April. Secara bulanan, angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 69,1 persen.

ONS pun memberi catatan, dengan adanya peningkatan 'Kredit Universal' atau pembayaran jaminan sosial yang didesain dengan melakukan simplifikasi atas enam jaminan dalam satu program, bisa diartikan bakal lebih banyak orang yang layak menerima tunjangan terkait pengangguran. Meski di sisi lain, penduduk yang bersangkutan masih bekerja.

Baca juga: Harga Minyak Mentah AS Kembali Menguat, Ini Penyebabnya

"Terjadinya peningkatan jumlah klaim tidak berarti sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan jumlah pengangguran. Namun demikian kami tidak bisa mengidentifikasi sampai sejauh mana orang yang masih bekerja atau sudah menganggur telah memengaruhi perhitungan tersebut," jelas ONS.

Tingkat pengangguran di Inggris menunjukkan adanya peningkatan tipis pada periode Januari-Maret, yaitu sebesar 3,9 persen. Padahal periode tersebut hanya meliputi satu pekan periode lockdown di Inggris yang mulai berlaku pada 23 Maret.

Tingkat pengangguran tersebut meningkat 0,1 persen poin jika dibandingkan denan periode yang sama tahun lalu, serta 0,1 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal terakhir 2019.

Baca juga: 392.338 Korban PHK Tercatat Jadi Peserta Kartu Prakerja

Pemerintah Inggris pun tengah berupaya agar pelaku usaha tetap mempertahankan karyawannya di tengah pandemi. Pemerintah melalui skema Skema Retensi Pekerjaan Coronavirus (CJRS) bakal memberi hibah kepada pengusaha dengan menjamin 80 persen gaji karyawan hingga maksimal 3.059 dollar AS atau setara dengan Rp 45 juta (kurs Rp 14.800) per bulan.

Skema tersebut telah menjadi populer di kalangan pengusaha dan pemerintah telah memerpanjang masa berlaku bantuan tersebut hingga Oktober mendatang.

Baca juga: Terbukti Melanggar, Kemenhub Bekukan Izin Terbang Beberapa Rute Batik Air



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X