Huawei Salurkan Donasi kepada 30 Panti Asuhan di Seluruh Indonesia

Kompas.com - 19/05/2020, 22:17 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.

JAKARTA, KOMPAS.comHuawei mendonasikan paket kebutuhan pokok ke berbagai panti asuhan yang tersebar di 15 kota di Indonesia.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia, mengatakan bahwa keberhasilan bisnis perusahaan di Indonesia tak lepas dari dukungan, kolaborasi sinergis, dan penerimaan seluruh stakeholders yang ada.

“Program Berbagi Kebahagiaan Ramadhan merupakan salah satu bentuk ungkapan terima kasih sekaligus kepedulian Huawei terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang perlu diberikan dukungan. Kami berharap, program ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang berada di Panti Asuhan yang terimbas oleh pandemi, sehingga mereka tetap dapat merasakan sukacita di hari kemenangan,” tutur Jacky dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Kuartal I 2020, Huawei Raup Pendapatan Rp 400 Triliun

Kegiatan pemberian donasi ini dilangsungkan mulai tanggal 15 Mei hingga 17 Mei di 15 kota di Indonesia yang masuk ke dalam 4 area kerja Huawei Indonesia, yaitu; Jakarta, Bandung (wilayah Jawa bagian barat), Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Lombok dan Bali (wilayah Jawa bagian timur); Medan, Pakanbaru, Lampung, Palembang (wilayah Sumatera ); Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak (wilayah Indonesia bagian utara).

Dalam menjalankan program ini, Huawei mematuhi dan menjunjung tinggi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan program ini.

Sementara itu Pengasuh Panti Asuhan Al Haq Pontianak, Samsuri Aksan, menyambut baik program Berbagi Kebahagiaan Ramadhan dari Huawei.

“Lokasi panti kami yang jauh dari Jakarta pun tetap tersentuh oleh kepedulian Huawei melalui programnya ini. Bentuk perhatian seperti inilah yang bagi kami memiliki nilai yang tidak bisa disetarakan dengan materi,” jelasnya

Sementara itu, Neneng, Pengurus Harian Panti Asuhan Sahabat Kampung Pemulung, Jakarta, menyampaikan apresiasi serupa.

“Kami mengasuh anak-anak yang rata-rata berasal dari keluarga pemulung. Ada sekitar 100 kepala keluarga di sekitar area panti. Sejak pandemi Covid-19 terjadi, pabrik-pabrik di sekitar kami yang biasanya bersedia menerima dan menampung sampah tutup dan tidak lagi menerima sampah,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X