KILAS

Capaian Positif Kementan Dalam 6 Bulan, NTP Hortikultura Naik

Kompas.com - 08/06/2020, 11:12 WIB
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo  saat mengecek komoditas ekspor Indonesia di Pabrik Indofood Sukses MakmUr Tbk, Divisi Bogasari, Jakarta Utara, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAMenteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat mengecek komoditas ekspor Indonesia di Pabrik Indofood Sukses MakmUr Tbk, Divisi Bogasari, Jakarta Utara, Rabu (27/11/2019).

"Kalaupun ada yang melihat kekurangan, tidak cukup dengan berdebat. Apalagi hanya untuk hal-hal yang dianggap masih kurang saja. Mari lebih fleksibel melihatnya," kara Syafrudin dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2020).

Dirinya pun optimis pemerintahan Jokowi bersama kabinetnya, terutama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mampu menyejahterakan petani.

Baca juga: Kunjungi Karawang, Mentan Tegaskan Kebutuhan Pangan Rakyat Indonesia Aman

Optimisme itu terlihat saat Mentan berkunjung ke Bima ketika para petani antusias menyambutnya karena harga bawang merah dan jagung sangat bagus.

"Ini perlu terus dipertahankan. Kalau dalam situasi tidak normal saja bisa, apalagi situasinya normal,” ujar Syafrudin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menjelaskan sebab harga bawang merah yang sempat naik.

Menurut dia, kenaikan harga itu disebabkan tingginya permintaan pasar saat puasa dan lebaran, serta pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang malah meningkatkan konsumsi dan stok rumah tangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, harga bawang merah akan kembali normal seiring dengan masa panen di berbagai sentra.

Tingkatkan produksi bawang putih

Anton pun menjelaskan bahwa Kementan saat ini terus berupaya mendorong produksi bawang putih untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Hal itu karena Indonesia saat ini masih harus mengimpor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Kebutuhan bawang putih nasional sekitar 570.000 ton per tahun, sementara produksi lokal baru 88.000 ton per tahun,” kata Anton.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.