Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Kompas.com - 04/07/2020, 15:30 WIB
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam Webinar bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Perspektif Ekonomi dan Sosial, Jumat (26/06/2020). Dok. Youtube Direktorat InovkorMenko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam Webinar bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Perspektif Ekonomi dan Sosial, Jumat (26/06/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pemulihan ekonomi akan semakin cepat saat masuk kuartal III-2020. Hal ini didorong dengan berbagai program pemerintah untuk memulihkan perekonomian dalam negeri.

Seperti diketahui, ekonomi saat ini sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi nasional merosot di kisaran 2,9 persen.

Penurunan ini disinyalir akan menimbulkan krisis ekonomi yang bisa berdampak lebih parah dibanding krisis yang terjadi pada era 1998.

Di sisi lain, pengangguran yang meluas jadi ancaman di depan mata mengikuti gulung tikarnya kegiatan ekonomi sampai tingkat nasional dan daya beli masyarakat juga anjlok.

Baca juga: Suramnya Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Versi Lembaga Dunia...

Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi pemulihan yang cepat dan tepat untuk menghindari krisis ekonomi. Airlangga mengatakan, ada tiga program yang dilakukan pemerintah sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi dalam negeri.

Ketiganya yaitu program pemulihan ekonomi nasional, program exit strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan kenormalan baru, serta reset dan transformasi ekonomi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Berkaitan dengan program pemulihan ekonomi nasional, menurut Airlangga, kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) terkait Covid-19 sudah mulai menampakkan hasil.

“Sampai dengan 31 Mei 2020, terdapat 13 penyalur KUR yang telah melaporkan pelaksanaan kebijakan KUR yang diberikan kepada penerima KUR,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Secara rinci, realisasinya, tambahan subsidi bunga KUR telah diberikan pada 1.449.570 debitur dengan baki debet Rp 46,1 triliun. Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1.395.009 debitur dengan baki debet Rp 40,7 triliun.

Terakhir, relaksasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu pada 1.393.024 debitur dengan baki debet Rp 39,9 triliun.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X