Erick Thohir akan Pantau Program Penjaminan Kredit Modal Kerja bagi UMKM

Kompas.com - 07/07/2020, 15:57 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir ketika menjelaskan konsep PT Sarinah (Persero) dalam wawancara terbatasnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/5/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri BUMN Erick Thohir ketika menjelaskan konsep PT Sarinah (Persero) dalam wawancara terbatasnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku akan terus memantau program penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM).

Hal tersebut dilakukan agar program tersebut bisa cepat disalurkan dan juga tepat sasaran.

“Kami bersama dengan Kementerian Keuangan secara regular melakukan monitoring terhadap program ini, sehingga penyaluran kredit moda kerja dan program penjaminan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Erick, Selasa (7/7/2020).

Erick menjelaskan, pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan program dari pemerintah ini tak bisa sembarangan. Mereka harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Baca juga: Luhut Sampaikan Program dan Target Penyaluran Modal Kerja UMKM

“Penerima pinjama juga harus memiliki kriteria tertentu dan memiliki rekam jejak yang baik,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Nantinya, kata Erick, ada pula pihak independen yang ikut memantau program penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) ini.

“Pelaksanaan proses Penjaminan KMK ini akan dimonitor oleh pihak independent dalam hal ini BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), sehingga baik secara prosedur dan governance diharapkan pelaksanaan penjaminan ini dilaksanakan dengan optimal,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, penyaluran program kredit modal kerja untuk UMKM bisa mencapai Rp 100 triliun.

Untuk itu, pemerintah pun akan membayarkan premi penjaminan sebesar Rp 5 trilliun kepada Jamkrindo dan Askrindo. Dengan demikian, program kredit modal kerja ini pun bakal bergulir tak hanya tahun ini saja, namun hingga tahun 2021 mendatang.

"Nilainya bisa mencapai Rp 100 triliun, dan akan diperpanjang sampai 2021. Kita berharap ini tetap bergulir untuk pemulihan ekonomi agar terakselerasi, dan berjalan tidak hanya 2020 tapi juga 2021," jelas Sri Mulyani dalam video conference, Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut Bendahara Negara itu menjelaskan, dengan program kredit modal kerja tersebut, harapannya 60 juta UMKM yag ada di Inonesai bisa mulai pulih dan kembali produktif setelah sempat terpukul oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Sri Mulyani pun mengatakan, untuk tahun ini kredit modal kerja yang bisa tersalurkan sebesar Rp 65 triliun hingga Rp 80 triliun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X