Mentan: Bisnis Pertanian Paling Menjanjikan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 08/07/2020, 12:32 WIB
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk tenang dengan tidak melakukan panic buying,, Kamis (30/4/2020). Dok. Kementrian PertanianMenteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk tenang dengan tidak melakukan panic buying,, Kamis (30/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS. com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di tengah pelemahan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19, bisnis di sektor pertanian menjadi yang paling menjanjikan.

Sekalipun penutupan wilayah terjadi di sejumlah daerah bahkan negara, namun seluruh penduduknya tetap membutuhkan pangan.

"Saat Covid seperti ini, sampai dua tahun ke depan, menurut saya bisnis yang paling menjanjikan hanya pertanian, binis lainnya belum tentu," ujar dia dalam webinar BNI: Percepatan Sektor Ekonomi Pemenang Fase New Normal, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: KAI Tambah Perjalanan Tujuan Bandung, Malang, dan Surabaya, Simak Jadwalnya

Selain sebagai kebutuhan pokok, kata dia, pangan juga menjadi penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi guna menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi.

Oleh sebab itu, permintaan terhadap produk pertanian dinilai akan terus meningkat, terlebih ketika vaksin atau obat khusus Covid-19 belum ditemukan.

"Salah satu yang tetap eksis dan dibutuhkan dalam situasi sekrisis apapun adalah makanan. Oleh karena itu pertanian menjadi sangat penting," kata Syahrul.

Baca juga: Sri Mulyani Usulkan Redenominasi Rupiah Masuk Prolegnas 2020-2024

Ia mencontohkan, ketika sebagian besar orang saat ini menghabiskan waktunya dengan di rumah saja, banyak diantaranya memilih untuk bercocok tanam kecil-kecilan. Ternyata ini memberikan keuntungan tersendiri ketika mereka berhasil menjual ke lingkungan sekitar.

"Bahkan mereka bisa mendapatkan Rp 500.000-Rp 700.000 per bulan, padahal ini hanya tanaman biasa (di sekitar rumah)," kata dia,

Oleh karena itu, bila bisnis pertanian digarap lebih serius dengan cakupan lahan yang luas, tentu akan memberikan keuntungan yang sangat besar dan mendukung perekonomian.

Baca juga: Kemenkeu Hentikan Sementara Rekrutmen CPNS dan Mahasiswa STAN

Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan oleh banyak generasi milenial saat ini, mengingat sumber daya alam Indonesia yang berlimpah.

Di sisi lain, bank juga diminta untuk bisa masuk mendukung bisnis di sektor pertanian dengan memberikan kemudahan akses pembiayaan.

"Silakan milenial muda, sinar matahari dan air di sekitar kita cukup bisa dimanfaakan buat bertani dan hasilnya juga cukup luar biasa," ujar Syahrul.

Baca juga: Menaker: Banyak Perusahaan Tidak Laporkan PHK

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementan Gatot Irianto menambahkan, pertanian menjadi salah satu sektor yang tumbuh di tengah pandemi Covid-19, di samping pelemahan yang terjadi pada sektor pariwisata, properti, dan industri.

Pada kuartal I-2020 tercatat sektor pertanian tumbuh 9,46 persen. Demikian pula dengan penjualan online produk pangan yang naik 24,89 persen selama kuartal I-2020.

"Jadi selalu setiap krisis, pertanian jadi pemenang, ketika di sektor lain terpuruk," kata Gatot.

Baca juga: Soal Aturan Sepeda, Ini 5 Hal yang Akan Dilarang Kemenhub



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Whats New
Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X