Jiwasraya Ditutup, Nasabah: Apakah Nusantara Life Akan Melunasi Polis?

Kompas.com - 09/07/2020, 13:12 WIB
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTAWarga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah pemegang polis Jiwasraya, Machril SE mengeluh karena beragam opsi maupun solusi untuk mengembalikan uangnya selalu tidak ada satupun yang terealisasi.

Dia menganggap, hal ini sangat mengecewakan. Sebab semua opsi pemasukan untuk membantu PT Asuransi Jiwasraya membayar klaim polis seolah-olah hilang.

"Sikapnya sangat mengecewakan sekali. Termasuk dalam hal ini Pemerintah yang ingin memberi dana kepada Jiwasraya. Selalu memberi opsi dan solusi sudah beraneka macam tapi satu pun tidak ada yang berhasil," kata Machril saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Pemerintah Akan Tutup Jiwasraya

Adapun solusi yang dimaksud meliputi pembenahan cash flow Rp 2 triliun tiap tahun, penjualan Citos Rp 3 triliun, Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 15 triliun, hingga penjualan Jiwasraya Putra Rp 3 triliun.

Dia pun mempertanyakan kemampuan Nusantara Life, perusahaan asuransi baru di bawah holding asuransi PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) (Persero), untuk membayar polis-polis nasabah Jiwasraya.

"Sekarang restrukturisasi nasabah pindah menjadi Nusantara Life, apakah NL (Nusantara Life) akan melunasi polis nasabah?" tukas dia.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal membentuk perusahaan asuransi baru, yakni Nusantara life untuk merestrukturisasi polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

"Nantinya Nusantara Life ini akan menjadi perusahaan yang akan membawa polis-polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Restrukturisasi Polis Nasabah Jiwasraya, Pemerintah Bakal Bentuk Nusantara Life

Tiko menuturkan, nasabah asuransi Jiwasraya bakal digiring untuk memindahkan polisnya ke Nusantara Life. Nasabah bakal diusulkan opsi-opsi restrukturisasi baik untuk polis tradisional maupun polis saving plan.

Kendati demikian, nasabah harus bersedia menyesuaikan tingkat bunga/imbal hasil (yield) yang ditentukan, sekitar 6-7 persen. Pasalnya imbal hasil yang diberikan Jiwasraya pada waktu itu terlalu tinggi, sekitar 13-14 persen.

Penyesuaian imbal hasil dilakukan agar Nusantara Life berkinerja sehat.

"Kami juga harus memastikan juga bahwa ke depannya Nusantara Life ini sehat. Oleh karena itu, kita juga akan melakukan perubahan-perubahan sebagai contoh, saat ini banyak polis yang bunganya tinggi-tinggi, 13 persen. Kita harus turunkan menjadi 6 persen - 7 persen sebagainya," ujar Tiko.

Sebagai informasi, PT Asuransi Jiwasraya hanya memiliki aset Rp 17 triliun yang berakibat Jiwasraya mengalami defisit sebesar Rp 35,9 triliun. Rasio solvabilitas (RBC) pun jauh dari batasan yang dipatok OJK sebesar 120 persen.

Di sisi lain, per 31 Mei 2020, tunggakan polis nasabah yang belum dibayar mencapai Rp 18 triliun yang mayoritasnya berasal dari saving plan sebesar Rp 16,5 triliun.

Baca juga: Meraba Akhir Riwayat Jiwasraya...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X