Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Kompas.com - 09/07/2020, 15:46 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja penerimaan negara masih mengalami tekanan. Hingga semester I-2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak tercatat sebesar Rp 531,7 triliun, atau mengalami kontraksi hingga 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kontraksi tersebut juga lebih dalam jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak Mei lalu yang tumbuh negatif 10,8 persen (yoy).

Bendahara Negara itu menjelaskan capaian tersebut baru 44,4 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp 1.198,8 triliun berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020.

Baca juga: Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Meski demikian, Sri Mulyani menilai kondisi penerimaan dibandingkan dengan periode April dan Mei sudah mengalami perbaikan di beberapa sektor.

"Dengan melihat pendapatan jenis pajak dari bukan ke bulan, memang kondisi paling berat terjadi di Mei dan April, kita melihat Juni sudah mulai terjadi perbaikan," jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan kepada Badan Anggaran (Banggar) Kementerian Keuangan, Kamis (9/7/2020).

Sebagai perbandingan, tahun lalu, penerimaan pajak teratat tumbuh 3,9 persen (yoy) mencapai RP 604,3 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Jika dilihat berdasarkan sektornya, di sektor pertambangan mengalami kontraksi hingga 42,2 persen (yoy), disusul industri pengolahan yang juga turun 38,4 persen (yoy), perdagangan turun 21,2 persen (yoy), konstruksi dan real estat turun 12,8 persen (yoy), serta jasa keuangan dan asuransi turun 11,3 persen (yoy).

Hanya sektor transportasi dan pergudangan yang masih mengalami pertumbuhan positif hingga 9,3 persen (yoy).

"Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Ini Cara Setor Uang Tunai di ATM BCA

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.