Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Kompas.com - 09/07/2020, 15:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan hingga semester I 2020 penerimaan negara tercatat mengalami kontraksi atau tumbuh negatif jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Bendahara Negara menjelaskan, hingga Juni 2020, penerimaan negara sebesar Rp 811,2 triliuun atau merosot 9,8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 899,6 triliun.

Adapun nilai realisasi penerimaan negara tersebut setara 47,7 persen dari target pemerintah yang tertuang dalam Perpres 72 tahun 2020 yang sebesar Rp 1.699,9 triliun.

"Pendapatan negara minus 9,8 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp 899,6 triliun," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan realisasi Semester I dan Outlook APBN 2020 kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: 6 Daerah Kena Sanksi dari Sri Mulyani karena APBD Tak Seusai Ketentuan

Secara lebih rinci Sri Mulyani menjelaskan, penerimaan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan yang sebesar Rp Rp 624,9 triliun atau 44,5 persen dari target Rp 1.404,5 triliun di Perpres 72.

Sementara penerimaan perpajakan ini tercatat minus 9,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu periode sama yang tercatat Rp 689,9 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penerimaan perpajakan mengalami tekanan terutama dari pajak yang memang banyak usaha yang tertekan karena pandemi Covid-19," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk penerimaan pajak realisasinya hingga semester I 2020 mengalami kontraksi 12 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan di Tengah Pandemi

Penerimaan pajak pada semester I tahun ini tercatat sebesar Rp 531,7 triliun atau hanya mencapai 44,4 persen dari target Rp 1.198,8 triliun yang ditetapkan di Perpres 72.

Sedangkan penerimaan kepabeanan dan Cukai masih bisa tumbuh positif 8,8 persen atau telah terkumpul Rp 93,2 triliun.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat Rp 184,5 triliun atau minus 11,8 persen. Adapun penerimaan PNBP ini telah mencapai 62,7 persen dari target sebesar Rp 294,1 triliun di Perpres 72/2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.