Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Kompas.com - 12/07/2020, 06:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara terkait adanya isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Menurut dia, perombakan kabinet merupakan hak prerogratif dari kepala negara. Dirinya sebagai pembantu Presiden siap menghadapi apapun keputusannya.

“Saya rasa begini, kita itu pembantu presiden, kita jangan hanya siap diangkat, kita juga harus siap dicopot,” ujar Erick dalam acara Sapa Indonesia Malam di KompasTV yang dikutip Komps.com pada Minggu (12/7/2020).

Baca juga: Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun Akhirnya Ditangkap, Ini Harapan Kementerian BUMN

Erick menambahkan, Presiden Jokowi berhak menilai kinerja para pembantunya. Menurut dia, sebagai bawahan harus siap saat diberi penilaian oleh atasannyq.

“Karena kita pembantu dan haknya beliau mereview, kalau kita tidak mau direview beliau ya jangan jadi menteri, jangan jadi pembantu,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Mengenai isu yang berkembang di media sosial bahwa dirinya akan terkena perombakan kabinet, Erick mengaku tak ambil pusing.

“Saya rasa juga ketika ada netizen yang seperti itu, ya ini bagian dari demokrasi, kita harus nikmati itu. Walaupun ‘kok enggak kepikiran’ ya pasti lah, tapi itu jadi bahan instropeksi kita,” ucap dia.

Sebelumnya, beberapa hari terakhir, isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin muncul ke permukaan.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh teguran Presiden Jokowi kepada para pembantunya itu dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2020.

Meski, video itu baru diungkap ke publik melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Publik pun menebak-nebak siapa menteri yang akan di-reshuffle oleh Presiden Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.