Jaga Kualitas Beras, Bulog Modernisasi Gudang

Kompas.com - 14/07/2020, 12:46 WIB
Pekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/5). Stok beras Perum Bulog Divre Sulselbar mencapai 1.191 ton dan cukup untuk enam bulan kedepan termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang raya Idul Fitri 1440 H. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.
ANTARA FOTO/YUSRAN UCCANGPekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/5). Stok beras Perum Bulog Divre Sulselbar mencapai 1.191 ton dan cukup untuk enam bulan kedepan termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang raya Idul Fitri 1440 H. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya membangun sejumlah gudang di 14 wilayah Indonesia untuk menyimpan serapan gabah. Gudang ini dibangun dengan modernisasi sehingga dapat menjaga kualitas beras dalam jangka waktu lama.

"Jadi (gudang itu) bisa menyimpan gabah dalam waktu yang relatif lama," kata dia dalam acara diskusi virtual Market Review IDX Channel, Selasa (14/7/2020).

Buwas, sapaan akrabnya, menjelaskan gudang yang dibangun berbentuk silo. Kapasitas silo ini bisa menampung 2.000 ton gabah dengan di dalamnya ada pengaturan temperatur sehingga gabah bisa disimpan dalam waktu sekitar 2 tahun.

Baca juga: Perkebunan Nusantara Group Buka Lowongan Kerja, Tertarik?

Ketika dibutuhkan, gabah bisa dikeluarkan dan langsung digiling menjadi beras dengan kualitas yang tetap terjaga.

"Ketika dibutuhkan langsung kami giling, dan kami produksi beras dalam kondisi fresh. Ini kami sudah bangun semuanya," kata Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Pembangunan gudang yang modern juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia untuk jenis komoditas pangan lainnya, menyesuaikan dengan potensi di daerah tersebut. Misalnya gudang untuk kedelai.

Baca juga: Sosok Freddy Widjaya, Anak Pendiri Sinar Mas yang Tuntut Warisan

Adapun Bulog sudah melakukan penyerapan 700.000 ton gabah petani sepanjang semester I-2020. Terdiri dari pengadaan Perum Bulog yang menyerap 365.000 ton setara beras, sedangkan mitra kerja yang terdiri dari koperasi dan non koperasi menyerap 335.000 ton.

Sementara, target pengadaan gabah dalam negeri oleh Perum Bulog pada tahun 2020 sebanyak 1,4 juta ton setara beras.

Ketentuan penyerapan gabah petani ini telah diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah.

Baca juga: Freddy Widjaya Gugat Pembagian Warisan, Ini Gurita Bisnis Sinar Mas



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X