Konflik dengan PTPN II, 170 Buruh Tani Mengadu ke Menaker

Kompas.com - 14/07/2020, 21:18 WIB
Menaker Ida Fauziyah, saat melakukan teleconference bersama para Kadisnaker provinsi seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/4/2020). DOK. Humas Kementerian KetenagakerjaanMenaker Ida Fauziyah, saat melakukan teleconference bersama para Kadisnaker provinsi seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 170 petani mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mencari keadilan. 

Mereka mengeluhkan karena areal lahan dan tempat tinggal yang telah dikelolanya sejak tahun 1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah PT Perkebunan Nusantara (PTPN II).

Para petani tersebut mengklaim telah mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984 dan sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

"Kami mengadu ke Kemnaker karena 26 petani yang mewakili 170 petani ini juga merupakan buruh tani. Harapan kami, pengaduan ini, bisa disampaikan ke Presiden, " ujar Sulaeman selaku koordinator para petani tersebut di Jakarta, mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan keprihatinannya atas masalah yang dihadapi petani di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebagai bentuk kepedulian dan bagian dari pemerintah, dirinya berjanji akan meneruskan pengaduan tersebut kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN serta Menteri BUMN.

"Sebagai Menteri dan pribadi, saya turut prihatin pengaduan atas semua yang dialami bapak ibu semua. Saya akan teruskan kepada Kementerian ATR/Kepala BPN, kemudian ke Kementerian BUMN," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X