Membayar Pajak , Benci Tapi Rindu

Kompas.com - 17/07/2020, 17:29 WIB
Pajak. ThinkstockPajak.

Secara naluri, tentu tidak ada seorangpun yang mau penghasilannya dipotong atau dipungut pajak. Atau kalau membeli barang tertentu, tidak rela bila dikenakan Pajak Pertambahan Nilai yang akan menambah harga yang akan dibayarkan. Dia dibenci banyak orang.

Di sisi lain, dia dirindukan karena proporsi perpajakan dalam pendapatan negara adalah bagian yang terbesar selama tiga dekade terakhir. Bayangkan utang negara yang selama ini dianggap sangat besar, secara kasat mata akan semakin besar bila selama ini tidak ada penerimaan negara dari pajak.

 

Baca juga: Semut: Kolaborasi, Pajak, dan Tauladan Manusia

Ketika belanja negara tidak bisa dibayar dari penerimaan negara, maka akan terjadi defisit yang kemudian dibiayai melalui pembiayaan/utang. Pajak menjadi andalan utama pemerintah dalam mengelola keuangan negara di APBN.

Namun bila dilihat dari tingkat kepatuhan Wajib Pajak, dapat dikatakan kepatuhannya masih rendah. Menurut pernyataan Menteri Keuangan kepada media pada 10 Juli 2020, realisasi penerimaan pajak hingga akhir juni 2020 tercatat senilai Rp 531,7 triliun. Angka ini baru mencapai atau 44,4 persen, terhadap target sebesar Rp 1.198,8 triliun dari APBN 2020 sesuai Perpres 72 tahun 2020.

Belum Optimal

Terlihat bahwa walaupun target penerimaan pajak sudah diturunkan karena adanya pandemic, namun pajak yang dibayarkan masyarakat masih belum optimal. Begitu pula dari kepatuhan pelaporan pajak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data yang ada, dari total 46 juta Wajib Pajak (WP) yang terdaftar, terdapat 19 juta WP yang wajib menyampaikan SPT tahunan. Namun pada tahun 2020 ini yang menyampaikan SPT Tahunan hanya 11,47 juta WP atau 60,36 persen.

Tingkat kepatuhan ini bahkan menurun dari tahun sebelumnya yang 73,06 persen. Padahal ini barulah dari kepatuhan formal, belum dari sisi materinya. Bisa saja dari WP yang menyampaikan SPT Tahunan, menghitung pajaknya tidak benar atau membayar pajaknya tidak benar. Untuk itu diperlukan pengujian kepatuhan dari pelaporan yang disampaikan oleh Wajib Pajak.

Untuk menguji kepatuhan data Wajib Pajak tersebut, Ditjen Pajak sebagai pengelola penerimaan negara dari sektor perpajakan tidak bisa bekerja sendiri. Kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan. Misalnya saja dengan Kemendagri untuk data kependudukan, dengan Kepolisian RI untuk data pemilik kendaraan, dengan PLN untuk data penggunaan listrik WP dan lain sebagainya.

Selain pengawasan kepada WP, Ditjen Pajak juga perlu terus menerus melakukan edukasi dan penyuluhan mengenai perpajakan. Ini juga memerlukan pihak ketiga dalam pelaksanaannya.

Dengan jumlah pegawai sekitar 45.000pegawai, adalah sangat sulit untuk dapat menyentuh seluruh WP yang jumlahnya 46 juta.

Perlu Kerja Sama

 

Untuk itu, perlu dilakukan kerja sama dengan asosiasi, komunitas, perkumpulan, konsultan pajak dan berbagai kumpulan lainnya yang dapat menjadi mkitra kerja dalam melakukan edukasi.

Semua usaha untuk mengumpulkan penerimaan pajak perlu dilakukan dengan gotong royong. Baik gotong royong dalam membayar pajak untuk kepentingan bangsa, juga gotong royong untuk membantu negara dalam mengelola data dan gotong royong untuk mengedukasi Wajib Pajak. Hal ini, sesuai dengan tema Hari Pajak pada tahun 2020 ini: “Bangkit Bersama Pajak

Dengan Semangat Gotong Royong”. Menghadapi kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, semangat gotong royong perlu dibangun agar kita semua terhindar dari resesi ekonomi.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Whats New
Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Spend Smart
[TREN FILM KOMPASIANA] 'Racket Boys', Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | 'Them', tentang Rasisme dan Kengeriannya

[TREN FILM KOMPASIANA] "Racket Boys", Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | "Them", tentang Rasisme dan Kengeriannya

Rilis
JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

Whats New
Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X