Saat Menteri Edhy ""Curcol" soal Anggaran KKP yang Menyusut

Kompas.com - 30/07/2020, 14:11 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo secara simbolis menanam mangrove di Kuala Penet, Lampung Timur usai panen udang, Minggu (19/7/2020). Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menanam 170.000 batang mangrove di lahan seluas 40 hektare di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo secara simbolis menanam mangrove di Kuala Penet, Lampung Timur usai panen udang, Minggu (19/7/2020). Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menanam 170.000 batang mangrove di lahan seluas 40 hektare di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) menargetkan 32,5 juta hektar atau 10 persen dari luas perairan Indonesia menjadi kawasan konservasi perairan pada tahun 2030.

Program tersebut termasuk dalam program pelestarian dan pengelolaan terumbu karang yang menjadi program prioritas KKP. Adapun saat ini, luasan konservasi perairan yang bisa dimanfaatkan baru 23,34 juta hektar atau 7,18 persen dari luar perairan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pencapaian target tersebut tak lepas dari beragam biaya, mulai dari perencanaan, uji coba, pengelolaan, hingga evaluasi manfaat.

Baca juga: Kalau Benur Punah, Sejarah Akan Menghukum Edhy Prabowo...

Dia tak memungkiri kementeriannya membutuhkan biaya yang memadai untuk mencapai target tersebut.

"Tentunya pencapaian target tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk menuju target RPJMN, kami mengharapkan dukungan pembiayaan yang memadai," kata Edhy dalam acara Coremap CTI, Kamis (30/7/2020).

Edhy pun bercerita, anggaran KKP menyusut drastis sejak dirinya menjabat jadi menteri. Saat dia menjadi Ketua Komisi IV DPR RI sejak tahun 2015, anggaran KKP masih berkisar Rp 12 triliun. Namun saat jadi menteri, anggaran yang diberikan menurun jadi Rp 5 triliun.

Bahkan akibat pandemi, anggaran kementerian harus direalokasi dan digeser kembali untuk memprioritaskan program penting dan membantu pemulihan ekonomi.

"Ini enggak bermaksud curhat, kami siap dengan anggaran seberapapun yang kita miliki, karena banyak cara lain untuk membiayai. Kami juga menyadari tambahan APBN akan sangat sulit saat ini, maka dengan kerendahan hati, kami mengusulkan kegiatan yang dibiayai melalui pinjaman dan hibah luar negeri," papar dia.

Baca juga: Saling Sindir Kubu Edhy Vs Susi soal Ekspor Benih Lobster

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X