Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Kompas.com - 03/08/2020, 20:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima penghargaan WTP di Jakarta, Senin (3/8/2020). Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima penghargaan WTP di Jakarta, Senin (3/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap pada tahun 2020 bisa mempertahankan opini WTP tersebut. Apalagi, menurut dia, tahun 2020 merupakan tahun yang berat.

Ia menyebutkan salah satu alasannya karena adanya program-program baru khususnya yang berkaitan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor koperasi dan UMKM terdampak Covid-19.

"Saya berharap tahun 2020 bisa mempertahankan opini WTP tersebut, kita harus lebih hati-hati lagi, meski tahun ini sudah meraih opini WTP. Terlebih lagi, Presiden sudah meminta untuk mempercepat belanja di 2020, dan realisasi program PEN untuk mempercepat stimulus ekonomi," ujarnya, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Gandeng Platform Medsos, Kemenkop Percepat UMKM Go Digital

Teten juga mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan refocusing program-program KemenkopUKM, tambahan program baru, yang membutuhkan transparansi dan akuntabilitas.

"Kami juga sudah laporkan ada program-program baru sesuai arahan Presiden untuk UMKM dan ini juga masih proses dan semoga ini bisa dijalankan. Kami juga diminta mempercepat belanja 2020 dan realisasi program PEN untuk menstimulir ekonomi di kuartal III/2020," katanya.

Di lain sisi, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan raihan opini WTP ini menunjukkan komitmen dalam menggunakan dana APBN untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak.

"Meraih opini WTP dari BPK harus dijadikan tradisi bagi seluruh jajaran Kemenkop dan UKM," katanya.

Sementara itu Anggota II BPK RI Pius Lustrilanang berharap MenkopUKM dan seluruh jajarannya bisa untuk terus menjaga kualitas tata kelola keuangan negara, sehingga BPK memberikan opini WTP untuk kesekian kalinya.

"BPK memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan program PEN, dimana KemenkopUKM memegang peranan penting dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan serta strategi pelaksanaan program PEN. Terutama, dalam pemulihan perekonomian pada koperasi dan UMKM terdampak Covid-19,"jelas Pius.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X