KILAS

Petani di Bolmong Gagal Panen Akibat Banjir, Kementan Minta Petani Ikut Asuransi untuk Antisipasi

Kompas.com - 04/08/2020, 13:36 WIB

KOMPAS.com - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), menyebabkan sejumlah petani alami gagal panen.

Dinas Pertanian Provinsi Sulut dan Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong, masih menghitung kerugian akibat bencana tersebut. Namun Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow menyatakan, pihaknya akan memberi ganti rugi kepada petani yang gagal panen.

Menteri Pertanian(Mentan) Syahrul Yasin Limpo pun prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menyarankan petani untuk melakukan langkah antisipasi.

“Kondisi cuaca di Tanah Air memang sedang tidak bisa ditebak. Ada daerah yang mengalami kekeringan, ada juga yang curah hujannya tinggi dan mengalami banjir. Untuk itu, kami harap petani melakukan antisipasi untuk menghidari kerugian,” kata Syahrul, seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, salah satu upaya antisipasi yang dapat dilakukan petani adalah ikut asuransi pertanian.

Asuransi merupakan salah satu komponen manajemen usaha tani untuk mitigasi risiko gagal panen. Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya,” kata Sarwo.

Sarwo menjelaskan, bila usaha tani atau ternaknya mengalami gagal panen, petani akan mendapat penggantian atau klaim dari perusahaan asuransi.

Terkait premi yang harus dibayarkan, untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) jumlahnya Rp 180.000 per hektar per masa tanam, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000 per hektar per masa tanam. Asuransi ini memberi perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan.

Baca juga: Ikut Asuransi Pertanian, Petani Hanya Bayar Rp 36 Ribu per Hektar

Sementara itu, premi Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau (AUTS/K) Rp 200.000 per ekor per tahun. Nilai pertanggungannya dibagi menjadi tiga, yaitu ternak mati sebesar Rp 10 juta per ekor, ternak potong paksa sebesar Rp 5 juta per ekor, dan kehilangan sebesar Rp 7 juta per ekor.

Sarwo menambahkan, agar tidak memberatkan petani, pelaksanaan asuransi pertanian dapat disinergikan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Petani yang mendapat pembiayaan KUR harus mendaftar asuransi pertanian, khususnya untuk AUTP dan AUTS/K. Sinergi KUR dan asuransi ini akan membantu petani,” kata Sarwo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanaartha Life Rombak Jajaran Direksi, Ini Tujuannya

Wanaartha Life Rombak Jajaran Direksi, Ini Tujuannya

Whats New
Ternyata Indonesia Punya 'Saham' di IMF, Berapa Persen?

Ternyata Indonesia Punya "Saham" di IMF, Berapa Persen?

Whats New
Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Whats New
MLFF Bakal Gantikan E-Toll,  Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

MLFF Bakal Gantikan E-Toll, Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

Whats New
Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Whats New
Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Spend Smart
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Whats New
Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Whats New
Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Whats New
Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Work Smart
Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Whats New
Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari 'Middle Income Trap'

Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari "Middle Income Trap"

Whats New
Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Whats New
Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Whats New
Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.