Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi -1 Persen di Kuartal III 2020, RI Terancam Resesi

Kompas.com - 12/08/2020, 16:21 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto DOK. Humas Partai GolkarMenteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali minus pada kuartal III tahun ini.

Artinya, perekonomian Indonesia terancam bakal masuk ke dalam jurang resesi lantaran selama dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Airlangga dalam paparannya di acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakernas Apindo) memproyeksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 akan -1 persen. Sementara, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 lalu -5,32 persen.

Baca juga: Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 0,49 Persen

"Jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia ini dibandingkan negara lain kuartal I adalah satu dari sedikit yang masih positif bersama dengan Korea Selatan. Sementara kalau dilihat kuartal II, negara lain jatuh lebih dalam," jelas Airlangga dalam video conference, Rabu (12/8/2020).

Lebih lanjut Ketua Umum Golkar itu mengatakan tekanan yang cukup besar terjadi terutama pada negara-negara yang menerapkan kebijakan isolasi total atau lockdown.

Misalnya saja negara-negara kawasan Eropa atau Eurozone mengalami kontraksi -15 persen, Inggris yang beru saja mengeluarkan data pertumbuhan ekonomi -20 persen, Jerman -11 persen, serta Jepang -8 persen.

"Beberapa negara kalau melaksanakan lockdown relatif ekonominya terdampak lebih dalam," ujar dia.

Ke depan, untuk mendorong kinerja perekonomian pemerintah akan menggenjot belanja negara yang masih tersisa sekitar Rp 1.700 triliun pada kuartal III dan IV 2020.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Negatif, Perlu Pembenahan Perlindungan Sosial

Adapun di dalam paparannya dijelaskan, pada kuartal IV mendatang pertumbuhan ekonomi RI akan sebesar 1,38 persen. Sehingga keseluruhan tahun, perekonomian minus 0,49 persen pada 2020.

"Sampai dengan Juni kemarin (belanja pemerintah) sudah dibelanjakan Rp 1.000 triliun, sehingga kuartal III dan kuartal IV diharapkan bisa belanjakan Rp 1.700 triliun, di mana Rp 700 triliun di kuartal III dan IV, ini akan dipacu, sehingga diharapkan kita bisa masuk zona positif," jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X