Atasi Dampak Corona, Ini Perbandingan antara BUMN Indonesia dari Negara Lain

Kompas.com - 16/08/2020, 19:33 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, karakter perusahaan plat merah Indonesia yang banyak terjun ke layanan publik serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi keuanggulan tersendiri, dibandingkan negara lainnya.

"Yang menarik bahwa ketergantungan dari pada layanan publik dan dukungan ke UMKM, BUMN jadi fondasi dan platform pendukung," ujarnya dalam diskusi virtual Nusantara Fashion Festival 2020, Minggu (16/8/2020).

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah semakin giat mengarahkan BUMN untuk lebih banyak membantu UMKM, mengingat sektor ini memegang peranan penting pada perekonomian nasional.

Baca juga: Daftar BUMN yang Menerima Suntikan Modal

Ia menjelaskan, pada masa krisis ekonomi tahun 1998 UMKM mampu bertahan dan menopang perekonomian dalam negeri. Tapi pada tahun ini UMKM pun ikut terimbas karena minimnya aktivitas ekonomi. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk bisa kembali menggerakkan sektor ini.

"Contohnya, seperti AS ketika melakukan stimulus awal kan lebih ke arah korporasi, itu tidak salah memang, tapi Indonesia saat ini UMKM yang terbawah pun kena dampaknya (pandemi). Kebetulan BUMN di Indonesia pun hubungannya erat dengan UMKM," kata dia.

Ia mengatakan, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang selama ini memang memiliki fokus bisnis pada pembiayaan UMKM. Baik itu melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), hingga program pemberdayaan ekonomi lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bahkan yang sebelumnya sangat korporasi seperti Telkom dan Bank Mandiri saat ini tetap bantu UMKM kita," katanya

Di sisi lain, ada Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang berperan menyalurkan pembiayaan ultra mikro (UMi), di mana menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah. UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah tanpa agunan atau jaminan.

"Kini ibu-ibu tanpa agunan pun bisa diberikan bantuan pinjaman Rp 2 juta sampai Rp 10 juta. Negara lain saya rasa tidak banyak yang seperti Indonesia begini," kata Erick.

"Jadi sekarang banyak BUMN kita yang digerakkan untuk dukung situasi yang abnormal ini. Inilah yang bedakan kita dengan negara-negara lain," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.