Kunjungan Turis Asing Mencapai 159.800 Orang pada Juli 2020

Kompas.com - 01/09/2020, 13:21 WIB
Turis asing di sawah berundak Ubud, Bali Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafTuris asing di sawah berundak Ubud, Bali

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Stastistik (BPS) mengumumkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2020 sebesar 159.800 orang. Kunjungan wisman naik tipis sebesar 0,95 persen dibanding Juni 2020.

Secara kumulatif sejak Januari-Juli 2020, kunjungan wisman mencapai 3,2 juta. Secara tahunan, wisman masih mengalami penurunan sebesar 64,64 persen yang bisa berdampak pada kegiatan pendukung di sektor pariwisata.

Kepada BPS Suhariyanto mengatakan, wisman tersebut mayoritas datang melalui jalur darat dengan presentase 66,3 persen.

Baca juga: Luhut Ingin Turis Asing Bekerja dari Bali

"Dengan catatan, jumlah wisman ini kalau dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy) terjadi kontraksi 89,12 persen. Pariwisata kita butuh waktu recovery yang lama sekali untuk kembali ke posisi normal," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Selasa (1/9/2020).

Berdasarkan pintu masuk, Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Internasional Sam Ratulangi mencatatkan pertumbuhan kunjungan positif pada Juli 2020.

Secara bulanan, terjadi peningkatan masing-masing 243,12 persen dan 159,55 persen. Namun secara tahunan masih terkontraksi 98,83 persen dan 93,81 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sementara transportasi laut di Batam masih menurun, kecuali untuk Tanjung Benoa secara bulanan bergeliat 40,91 persen. Sementara angkutan darat yang meningkat ada di Entikong sebesar 225 persen, meski year on year masih turun sangat tajam," papar Suhariyanto.

Berdasarkan kebangsaan, 53,4 persen jumlah wisman berasal dari Timor Leste, diikuti Malaysia sebesar 36,7 persen, China 1,7 persen, dan lainnya 8,2 persen.

Baca juga: Turis China Mulai Berwisata di Sulut

Tercatat, terjadi perubahan kunjungan wisman pada Juli 2020 dibanding Juli 2019. Secara tahunan, jumlah kunjungan semua negara mengalami penurunan, dengan yang terbesar berasal dari Kuwait sebesar 100 persen, diikuti Selandia Baru 99,88 persen, dan Australia 99,85 persen.

"Tapi secara bulanan, ada kenaikan wisman dari Perancis, Afrika Selatan, dan Korea Selatan. Dengan catatan wisman ini untuk tujuan bisnis, bukan leisure," paparnya.

Sejalan dengan kunjungan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Juli menjadi sebesar 28,07 persen, naik 8,37 poin dibanding Juni sebesar 19,70 persen. Namun secarar tahunan, TPK turun 28,66 poin.

"Pada Juli 2020 ini TPK terendah di Bali, Maluku Utara dan Bangka Belitung. Tertinggi terjadi di DKI Jakarta 41,03 persen, Maluku, dan Lampung. berdasarkan klasifikasi, TPK hotel bintang 5 adalah yang paling rendah 23,28 persen," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Rilis
Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Whats New
Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Smartpreneur
Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

Whats New
Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Whats New
Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

Whats New
OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 4-5 Persen di Akhir 2021

OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 4-5 Persen di Akhir 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.