Ingin Punya Dana Darurat di Tengah Pandemi? Ini 4 Caranya

Kompas.com - 05/09/2020, 10:25 WIB
. Shutterstock.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona (Covid-19) memberikan pelajaran berharga bagi kita, salah satunya adalah pentingnya memiliki dana darurat.

Dana darurat dapat melindungi kondisi keuangan Anda ketika ada peristiwa di luar dugaan. Selain itu, dana darurat yang mudah dicairkan juga memberikan kebebasan dan fleksibilitas keuangan.

"Likuiditas dana sangat berarti di tengah situasi keuangan yang menekan. Butuh waktu untuk mencairkan properti dan investasi. Ketika Anda butuh uang tunai, Anda membutuhkannya saat itu juga," kata Natalie Torres-Haddad, pemandu podcast Financially Savvy, seperti dikutip dari Bankrate, Sabtu (5/9/2020).

Baca juga: Simak, 7 Alasan Kamu Harus Punya Dana Darurat

Torres-Haddad menjelaskan, dana darurat dalam jumlah kecil pun akan sangat berarti dan memberikan bantalan perlindungan di situasi tak terduga.

Ia menyarankan Anda memiliki dana darurat tergantung pada seberapa banyak nilai pengeluaran yang Anda butuhkan.

Biasanya, para perencana keuangan merekomendasikan dana darurat setara dengan pengeluaran tiga hingga enam bulan.

Torres-Haddad menyebut, meski sejumlah pakar memandang dana darurat setara pengeluaran enam bulan tidak cukup untuk dimiliki di tengah pandemi, namun angka tersebut adalah titik awal yang baik.

Baca juga: Tips agar Disiplin Menyimpan Dana Darurat

"Jadikan (dana darurat setara pengeluaran) enam bulan menjadi tujuan Anda, namun mulailah dari angka kecil jika (angka itu) terasa berat. Mulailah dari memiliki dana darurat setara pengeluaran seminggu, kemudian naikkan menjadi sebulan. Tambahkan ketika Anda bisa," terangnya.

Berikut ini 4 cara mudah untuk menabung dana daruat.

1. Sesuaikan anggaran

Ketika Anda berkomitmen untuk menabung dana darurat, maka tinjau ulang anggaran Anda. Leisa Peterson, perencana keuangan bersertifikat dan penulis buku The Mindful Millionaire, menyebut bahwa banyak orang kini memilih untuk belanja online di tengah pandemi lantaran tidak bisa berbelanja di pusat perbelanjaan hingga makan di restoran.

"Tinjau kembali belanja Anda dalam 90 hari terakhir. Jika Anda masih belanja dalam jumlah yang sama, namun uangnya digunakan untuk (membeli) hal lain, ini bisa menjadi tanda bahwa itu adalah belanja secara emosional dan bukan kebutuhan yang sebenarnya," ungkap Peterson.

Pertimbangkan mencari cara mengalihkan uang dari belanja online ke dana darurat.

2. Patuhi aturan 72 jam

Peterson juga merekomendasikan Anda mematuhi aturan 72 jam sebelum membeli sesuatu.

" Belanja online membuat Anda sangat mudah membeli sesuatu, jadi sekarang adalah saat yang tepat untuk mematuhi aturan ini dalam pembelanjaan. Masukkan barang ke keranjang belanja (online) selama 72 jam. Jika Anda masih berpikir Anda membutuhkannya, tidak apa-apa. Namun, jika tidak, maka pertimbangkan gunakan uangnya untuk ditabung," jelas Peterson.

Baca juga: Milenial Perlu Menabung Dana Darurat Sejak Dini, Mengapa?

3. Transfer otomatis

Salah satu cara untuk memastikan Anda menabung dana darurat adalah melakukannya tanpa berpikir. Hal ini dikatakan oleh Todd Tressider, pemilik dan penasihat keuangan di Financial Mentor.

"Buat uang Anda langsung ditransfer otomatis ke rekening tabungan atau investasi, apapun yang Anda pilih. Anda tidak harus memikirkannya, namun pastikan (dana ditransfer otomatis) setiap minggu atau setiap bulan," sebut Tressider.

Namun, penting untuk berhati-hati saat Anda menggunakan akun investasi untuk meningkatkan atau menambah dana darurat.

“Untuk beberapa orang, menggunakan akun investasi dapat menjadi cara untuk mencapai tujuan lebih cepat, tetapi Anda masih ingin uang tunai cair tersedia dalam keadaan darurat. Jangan terlalu bergantung pada akun investasi," tutur Tressider.

Baca juga: Baru Sadar Dana Darurat Penting Saat Pandemi? Ini yang Harus Dilakukan

4. Lunasi utang

Torres-Hadad merekomendasikan Anda melunasi utang dan terus mencapai tujuan finansial di tengah pandemi. Namun, tetap usahakan untuk mengalihkan sebagian uang Anda ke tabungan sebagai cara untuk membangun dana darurat.

“Teruslah membayar utang itu dan menabung untuk tujuan lain, tetapi prioritaskan enam sampai 12 bulan ke depan dan sadari bahwa uang tunai di tangan mungkin lebih penting,” kata Torres-Haddad.

Bagaimana jika tak bisa menyisihkan uang?

Imbas pandemi virus corona, mungkin Anda tidak dapat menabung sekarang. Jika itu masalahnya, Torres-Haddad menyarankan untuk melihat-lihat sumber daya apa yang tersedia untuk membantu Anda menekan biaya.

Misalnya adalah insentif yang diberikan oleh pemerintah atau perusahaan tempat Anda bekerja.

Jika Anda memiliki utang atau kredit, Anda bisa menghubungi pihak bank atau pemberi pinjaman untuk mengetahui apakah Anda dapat memperoleh keringanan kredit.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Whats New
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X