Ingin UMKM Naik Kelas, Menkop Teten: Biar Enggak Cuma Keripik dan Akik

Kompas.com - 16/09/2020, 20:02 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki berkunjung ke pasar Beringharjo, Yogyakarta, Rabu (5/8/2020). Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki berkunjung ke pasar Beringharjo, Yogyakarta, Rabu (5/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, pemerintah tengah berupaya untuk mendorong UMKM bertransformasi.

Hal itu dilakukan melalui riset dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dengan demikian produk UMKM bisa semakin berinovasi dan memiliki kualitas yang berdaya saing di pasar global. Ia bilang, sehingga produk UMKM tak sebatas keripik, akik, dan batik.

Baca juga: Kemendag Luncurkan Gerobak Digital untuk UMKM, Apa Itu?

"Paling penting pemanfaatan hasil riset, SDM unggul untuk pengembangan produk, perlu dilakukan. Sehingga produknya enggak cuma keripik, akik, dan batik. Tapi ke produk dengan nilai ekonomi yang besar. Itu bisa dicapai dengan transformasi," ungkap Teten dalam peluncuran virtual Bangga Buatan Indonesia Kemendag, Rabu (16/9/2020).

Teten mengatakan, produk ekonomi kreatif memang menjadi andalan bagi UMKM, baik di pasar lokal maupun global.

Hanya saya, masih perlu perbaikan dari segi kualitas dan pemasaran yang perlu juga merambah digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Produk fashion, home decor, dan pernak pernik, termasuk perhiasan berbahan baku alam, maupun logam itu cukup besar pemintaannya di luar. Namun memang lagi terganggu permintaannya karena pandemi," jelas dia.

Baca juga: Luhut Ingin Produk UMKM Terpampang di Etalase Mal-mal

Selain berupaya meningkatkan inovasu dan kulitas produk UMKM, kata Teten, pemeirntah juga berupaya membantu para pelaku usaha kecil tersebut untuk bisa bertahan di tengah pandemi.

Di antaranya, dengan pemberian bantuan sosial (bansos) hingga bantuan langsung tunai (BLT) bagi UMKM.

Di sisi lain, UMKM yang cukup mampu berproduksi di tengah pandemi terus di bina dan di dorong untuk mampu bertransformasi. Selain juga, diberikan stimulus oleh pemerintah seperti keringanan membayar cicilan kredit ke perbankan.

Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang bisa mempertahankan bisnisnya dan mampu bertahan di masa krisis, seiring dengan berbagai upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat.

"Pemerintah dari dua sisi sudah membantu, pembiayaan maupun meningkatkan permintaan. Kami akui terjadi penurunan penjualan yang mengakibatkan penurunan pendapatan. Mereka jadi enggak bisa bayar kredit dan kami sudah data. Hal terpenting adalah meningkatkan permintaan produk UMKM ini," pungkas Teten.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.