Kompas.com - 17/09/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi investasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi investasi.

Selain itu, investor juga harus mencermati review palsu atau hasil rekayasa internal perusahaan yang biasanya dengan tanggapan-tanggapan yang cenderung hiperbola.

Sementara bagi platform onlinenya berbasis website, investor harus memperhatikan pula ikon gembok kecil terkunci pada pojok kanan atas di alamat URL yang menandakan platform tersebut minim risiko kebocoran informasi.

2. Pilih platform dengan sistem keamanan berlapis

Platform online yang aman biasanya dilengkapi dengan sistem keamanan yang berlapis. Untuk saat ini, sistem keamanan yang paling canggih untuk platform online adalah 3 Factor Authentication (3FA) atau three layer security mulai dari level password, randomized numerical PIN dan OTP (One Time Password).

Baca juga: Mau Investasi Saham? Ini Saran BEI

Level password biasanya terdiri atas kombinasi (minimum) 8 digit angka, huruf dan spesial karakter. Sementara itu, level randomized numerical PIN adalah sistem pengacakan 10 digit nomor yang hanya bisa dipilih melalui klik atau layar sentuh.

“Lapis keamanan ini mampu mengantisipasi malware seperti key-logger,” jelas dia.

Ada pun level OTP sendiri berupa password acak yang unik. Dengan sistem keamanan lapis tiga dan sistem keamanan SSL 256 bit tentunya data pribadi nasabah aman dan terlindungi dari ancaman hacker yang mencoba membobol akun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Pastikan keamanan gawai 

Setelah menentukan platform online yang akan digunakan, pastikan menggunakan gadget yang sudah aman dengan memasang antivirus, anti-spyware atau firewall.

Paramita menyarankan, agar gadget terlindung dari cyber crime perlu adanya instalasi sistem yang juga efektif untuk meminimalir risiko pencurian password.

Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Resesi, Bagaimana Prospek Investasi Emas ?

4. Menggunakan jaringan milik sendiri

Menggunakan jaringan milik sendiri dapat melindungi investasi online Anda. Bukan rahasia lagi, transaksi online dengan menggunakan komputer di warnet, PC milik orang lain atau gadget teman dengan WiFi gratisan cukup berisiko.

Dengan tidak menggunakan jaringan milik sendiri, ada potensi yang mengancam sisi keamanan ketikan berinvestasi online. Misalkan saja penyalahgunaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Oleh sebab itu, transaksi investasi dengan platform online apa pun sebaiknya dilakukan dengan gadget dengan jaringan internet pribadi,” tegas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X