Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp 695,2 Triliun, Baru Terealisasi 36,6 Persen

Kompas.com - 18/09/2020, 18:53 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto diambil di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020). KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANIMenteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto diambil di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi mencapai Rp 254,4 triliun.

Angka tersebut sekitar 36,6 persen dari keseluruhan pagu anggaran yang mencapai Rp 695,2 triliun.

Menurut Airlangga, dengan demikian sudah terjadi percepatan realisasi anggaran jika dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu.

"Realisasi anggaran PEN sudah mengalami akselerasi pencairan anggaran, yakni Rp 254,4 triliun atau 36,6 persen dari pagu Rp 695,2 triliun," jelas dia ketika melakukan keterangan pers, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Menurut ADB, Ini Kunci Pemulihan Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Secara lebih rinci untuk anggaran kesehatan realisasinya sebesar Rp 18,45 triliun, angka tersebut setara dengan 21 persen dari Rp 87,55 triliun.

Adapun untuk anggaran perlindungan sosial, realiasinya sudah mencapai Rp 134,4 triliun atau 65 persen dari pagu yang sebesar Rp 203,9 triliun.

Untuk anggaran sektoral kementerian/lembaga (K/L) realiassinya sebesar Rp 20,53 triliun. Angka tersebut sekitar 19 persen dari total pagu yang dianggarkan sebesar Rp 106,1 triliun.

Untuk insentif dunia usaha realisasinya sebesar Rp 22,23 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 18 persen dari keseluruhan anggaran sebesar Rp 120 triliun. Adapun anggaran dukungan UMKM sudah terelaisasi 58,74 triliun atau 47 persen dari Rp 123,4 triliun.

Terakhir, untuk pembiayaan korporasi belum terelaisasi dari keseluruhan anggaran yang sebesar Rp 53,6 triliun.

Airlangga pun memaparkan, hingga akhir tahun, potensi penyerapan anggaran untuk sektor kesehatan bisa mencapai Rp 84,02 triliun.

Baca juga: BI: Digitalisasi Bisa Jadi Motor Penggerak Percepatan Pemulihan Ekonomi

Sementara untuk anggaran perlindungan sosial, realisasinya akan lebih tinggi dari target, yakni sebesar Rp 242,01 triliun. Sebab, pemerintah melakukan realokasi dari masing-masing sektor sesuai dengan kebutuhan program.

"Kemudian sektor Pemda dari Rp 106,11 triliun akan relaisasi Rp 71,54 triliun, kemudian UMKM dari anggaran Rp 123,46 diperkirakan akan meningkat sedikit jadi Rp 128,05 triliun kemudian untuk pembiayaan korporasi dari Rp 53,6 triliun itu diperkirakan yang terealisasi sebesar Rp 49,05 triliun," jelas Airlangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X