Lagi, Ada 9 Perusahaan Digital Asing yang Ditunjuk untuk Tarik PPN

Kompas.com - 23/09/2020, 10:13 WIB
Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo saat ditemui awak media di acara Grow with Google, di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020). Kompas.com/Wahyunanda Kusuma PDirektur Jenderal Pajak, Suryo Utomo saat ditemui awak media di acara Grow with Google, di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkapkan bakal ada sembilan perusahaan digital baru untuk ditunjuk menjadi subyek atau pemungut Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) dalam perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan saat ini DJP tengah melakukan komunikasi dengan masing-masing perusahaan digital mengenai hak dan kewajiban perusahaan sebagai pemungut PPN.

"Terkait dengan perkembangan penunjukkan PMSE luar negeri sampai saat ini sudah 28 dan ke depan ada 9 lagi," ujar Suryo ketika memberikan paparan APBN KiTa, Selasa (23/9/2020).

Baca juga: Shopee Masuk Perusahaan Digital yang Kena PPN, Ini Kata Manajemen

Melalui tambahan sembilan perusahaan digital luar negeri tersebut, harapannya akan ada 37 subyek pajak baru yang akan memungut PPN kepada penggunanya.

Suryo mengatakan, 9 perusahaan baru tersebut bakal mulai ditunjuk untuk memungut PPN sebesar 10 persen pada Oktober mendatang.

"Sehingga ke depan sampai Oktober ada 37 PMSE luar negeri sebagai pemungut PPN, dan kami harus berkomunikasi one on one agar tahu benar hak dan kewajiban sebagai pemungut PPN," jelas dia.

Untuk diketahui, PPN atas pemanfaatan produk digital dari luar negeri bukan merupakan jenis pajak baru karena telah lama diatur dalam UU PPN, namun kurang efektif karena hanya mengandalkan pemungutan dan penyetoran sendiri oleh pembeli/konsumen yang sifatnya retail dan masif dalam ekonomi digital saat ini.

 

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung PPN Impor Kertas untuk Media Cetak

Untuk meningkatkan efektivitas dan kesederhanaan maka pemerintah mengubah mekanisme pemungutan PPN tersebut menjadi dipungut oleh penjual produk digital luar negeri.

Adapun berikut daftar 28 perusahaan yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN sebesar 10 persen:

LinkedIn Singapore Pte. Ltd

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X