Luhut: Stimulus Pariwisata Rp 1 Triliun Mulai Digelontorkan Desember

Kompas.com - 26/09/2020, 14:31 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF) HANDOUT/BOPLBFKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan fokus melakukan pemulihan sektor pariwisata domestik hingga akhir tahun 2020. Pasalnya sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengataka, pemerintah bakal menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk pemulihan sektor pariwisata di dalam negeri.

Stimulus tersebut bakal mulai digelontorkan pada bulan Desember bersamaan dengan saat vaksin mulai didistribusikan di Indonesia.

Baca juga: Akibat Pandemi, Pendapatan Devisa Sektor Pariwisata Turun hingga 90 Persen

"Dalam mengusung kegiatan pariwisata selama Covid-19, pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan agar wisatawan merasa yakin untuk melakukan perjalanan," ujar Luhut seperti dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9/2020).

Luhut pun memaparkan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan peurunan kegiatan konsumsi maupun produksi di Indonesia. 

Prekonomian Indonesia diproyeksi bakal mengalami kontraksi di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen di 2020.

Untuk itu, pemerintah menyediakan anggaran timulus melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menangani kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan melibatkan K/L terkait.

“Indonesia dapat memanfaatkan dana stimulus itu untuk membangun industri, infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan lain agar langsung tepat sasaran. Tahun ini kita memperoleh dana sebesar 695 triliun,” ujar Luhut.

Luhut mengatakan, pada tahun 2021 mendatang anggaran stimulus Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp 500 triliun.

Menurut dia, meski lebih sedikit daripada 2020, Indonesia tetap bisa menggunakannya untuk bentuk-bentuk yang produktif, seperti pembuatan real estate, pengembangan budidaya tambak udang, dan sebagainya.

Diharapkan hal ini dapat memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. 

“Kami berharap pada tahun 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4,5 persen hingga 5 persen,” sebut Luhut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X