Tarik Ulur Super Holding BUMN dan Mimpi RI Meniru Temasek Singapura

Kompas.com - 30/09/2020, 08:03 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana pembentukan super holding BUMN seolah timbul tenggelam mengikuti pasang surut kondisi politik di Indonesia. Selama ini, BUMN kerap diidentikkan dengan sapi perah politikus.

Rencana penggabungan seluruh BUMN dalam satu induk ini kembali mengemuka setelah mencuatnya kritik Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kementerian BUMN.

Ahok menyinggung soal pengelolaan BUMN yang sebaiknya dilakukan dengan membentuk super holding atau Indonesia Incorporation untuk mengelola BUMN yang kini berjumlah 107 perusahaan.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pengelolaan di bawah Kementerian BUMN sarat dengan muatan politis seperti dalam proses penunjukan direksi dan komisaris.

Baca juga: Membandingkan Utang RI Vs Malaysia, Mana Lebih Banyak Berutang?

"Harusnya Kementerian BUMN dibubarkan. Kita membangun semacam Temasek, semacam Indonesia Incorporation," ucap Ahok beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, di Pertamina saja, jabatan direksi ataupun komisaris sangat kental dengan lobi-lobi politis dan bagi-bagi jabatan. Ini berbeda dengan super holding di Singapura yang dikelola secara profesional dan jauh dari praktik titipan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua main lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok.

Meniru Temasek Singapura

Dengan pembentukan super holding BUMN, diharapkan pengelolaan perusahaan bisa lebih dan bisa setidaknya meniru apa yang sudah dilakukan pemerintah Singapura lewat Temasek.

Baca juga: Mengenal Super Holding BUMN yang Dibanggakan Ahok

Sebagai informasi, Temasek merupakan bentuk dari super holding pengelolaan perusahaan yang sahamnya dimiliki negara. Seluruh saham Temasuk dikuasai pemerintah Singapura. Sementara Temasek sendiri merupakan induk dari berbagai perusahaan, baik di Singapura maupun di luar Singapura.

Dikutip dari laman resmi Temasek, perusahaan-perusahaan di bawah Temasek yang cukup besar antara lain DBS Group, Singapore Telecommunication, Keppel Corporation, Sembcorp, Singapore Airlines, SMRT, dan Pavilion Energy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X